Hariansukabumi.com-Banjir yang merendam ratusan hektare lahan pertanian produktif di kawasan Denuh, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, diketahui dipicu oleh meluapnya Sungai Ciparanje akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Sukabumi.
Luapan sungai yang melintasi Desa Buniasih dan Desa Tegalbuleud tersebut tertahan oleh aliran Sungai Cibuni di bagian hilir. Kondisi itu menyebabkan air tidak dapat mengalir lancar dan akhirnya menggenangi area persawahan warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan.
Uus menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan perintah langsung dari Bupati Sukabumi, Asep Japar, guna memperoleh data primer yang akurat terkait dampak dan penanganan banjir.
“Hari ini kami meninjau langsung dampak banjir akibat meluapnya Sungai Ciparanje atas perintah Pak Bupati. Kami diminta untuk terjun langsung menginventarisasi dan mendapatkan informasi yang lengkap terkait kejadian ini,” ujar Uus.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas PU didampingi Camat Tegalbuleud, jajaran Bidang Sumber Daya Air (SDA), Babinsa, serta Kasi Trantibum setempat.
Lebih lanjut Uus menjelaskan, proses pendataan tidak hanya berfokus pada kerugian materiil yang dialami masyarakat, tetapi juga pada aspek teknis penanganan infrastruktur ke depan. Pihaknya akan mengkaji langkah strategis yang perlu diambil, termasuk kemungkinan normalisasi sungai atau perbaikan tanggul.
“Sesuai arahan Pak Bupati, kami melakukan pendataan baik dari sisi kerugian maupun penanganannya. Terlepas nantinya itu menjadi kewenangan provinsi atau Pemerintah Kabupaten Sukabumi, namun intinya kami merespons kejadian ini secara serius,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bupati Asep Japar memberikan perhatian khusus terhadap persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Tegalbuleud agar tidak terus berulang setiap tahun.
“Prinsipnya Pak Bupati sangat peduli dengan persoalan ini. Harapannya, ke depan bisa ditangani dengan baik sehingga banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Pemerintah daerah memastikan kajian teknis akan segera dirumuskan sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang guna melindungi lahan pertanian dan infrastruktur di wilayah tersebut.

