• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Breaking News

“Cuaca Panas Mendidih: Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!”

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
September 30, 2023
in Breaking News, Nasional, Peristiwa
0
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

HARIANSUKABUMI.COM – Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Indonesia terasa lebih panas dan menyengat. Menurut akun Instagram resmi Badan Meteolorogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum tertinggi mencapai 37,9 derajat Celcius pada tanggal 27-28 September 2023.

Suhu tersebut menjadi sorotan, terutama di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Suhu maksimum terendah sekitar 35,2 derajat Celcius, dilaporkan oleh Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peneliti Klimatologi dari Pusat Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa suhu tinggi ini disebabkan oleh beberapa faktor yang penting untuk dipahami.

Faktor pertama adalah kondisi clear sky atau langit cerah tanpa awan yang lebih sering terjadi pada bulan September. Erma mengungkapkan bahwa meskipun awan Cumulus masih bisa terbentuk di siang hari, namun mereka tipis dan cepat meluruh.

Kondisi ini disebabkan oleh minimnya kelembapan udara, sehingga pertumbuhan awan Cumulus sulit berlanjut. Akibatnya, radiasi gelombang pendek matahari lebih banyak terserap oleh atmosfer di permukaan bumi dibandingkan dengan radiasi yang dipantulkan oleh awan ke angkasa dalam bentuk gelombang panjang.

Faktor kedua adalah perubahan iklim. Data suhu selama dekade terakhir menunjukkan peningkatan suhu yang pesat di wilayah Indonesia, bahkan mencapai 4 derajat Celcius di bulan Juli, yang dianggap sebagai bulan dengan suhu global terpanas. Perubahan iklim ini juga menjadi penyebab cuaca panas yang berkepanjangan.

Penyebab ketiga adalah El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena ini menyebabkan atmosfer minim awan, sehingga udara menjadi lebih kering.

Pada bulan Juli dan Agustus, saat IOD positif belum terbentuk sepenuhnya dan El Nino baru mulai berkembang, kondisi ini masih sering terbentuknya awan. Namun, dengan semakin kuatnya El Nino dan IOD, kondisi minim awan dapat berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan meningkatnya intensitas El Nino dan IOD positif, Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih ekstrem dan berkepanjangan.

Hal ini membawa sejumlah ancaman, termasuk peningkatan radiasi UV, suhu tinggi yang berkepanjangan pada siang hari, kelembapan rendah, polusi udara yang bertahan lama, serta risiko penyebaran api yang sulit dipadamkan.

Erma Yulihastin memperingatkan bahwa mitigasi perlu dilakukan selama periode triwulan kedua kekeringan (September-November) di Indonesia untuk mengatasi dampak dari cuaca panas ini.

 

Editor : Aura Rahman

Previous Post

Diduga Disiksa, Pembantu Rumah Tangga Asal Sukabumi Nekad Turuni Rumah Majikan Menggunakan Simpul Kain

Next Post

“Semarak E-sports: Bupati Sukabumi Buka Turnamen Bupati Cup 2023”

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post

"Semarak E-sports: Bupati Sukabumi Buka Turnamen Bupati Cup 2023"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.