HARIANSUKABUMI.COM – Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta dan bakal calon presiden, merespons hasil survei yang memperkirakan pasangannya dengan Muhaimin Iskandar tidak lolos ke putaran pertama Pemilu 2024. Anies menegaskan bahwa hasil survei bisa saja berbeda dengan situasi sebenarnya.
“Saya lebih percaya Gus Jazilul daripada hasil survei,” ujar Anies, merujuk pada keyakinan elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bahwa pasangan Anies-Muhaimin akan menjadi pemenang Pemilu.
Anies juga mengkritik survei-survei yang dilakukan, mengatakan bahwa mereka selalu mencerminkan kondisi pada saat survei dilaksanakan, biasanya dua hingga tiga bulan sebelumnya.
Dia menyoroti fakta bahwa banyak orang pada saat survei mungkin belum menentukan sikap atau pilihan mereka.
“Namun, survei jarang sekali bertanya mengapa begitu banyak yang belum menentukan sikap,” katanya.
Menurut Anies, orang-orang yang belum memutuskan pilihan mereka sangat mungkin memilih secara berbeda dari apa yang diprediksi oleh survei.
Anies mengingatkan pengalaman Pilkada Jakarta, di mana survei tidak pernah memprediksi kemenangannya. Saat ini, kata Anies, fokusnya adalah mengirimkan pesan tentang perubahan yang diusungnya, bukan merespons hasil survei.
Hasil survei yang disebut-sebut adalah dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menunjukkan Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan dalam simulasi tiga nama calon presiden. Simulasi ini dilakukan pada September 2023.
Namun, Anies tetap optimis dan menekankan bahwa perubahan bisa saja terjadi hingga pemilihan sebenarnya.
Editor : Aura Rahman