Hariansukabumi.com – Mantan Wakil Bupati Sukabumi periode 2000–2005, H. Ucok Haris Maulana, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya bencana yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, khususnya di wilayah Palabuhanratu, ibu kota kabupaten. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah video berdurasi enam menit yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, @h.ucokharismaulanayusup, pada 20 April 2025.
Dalam video tersebut, H. Ucok tidak hanya menyoroti kondisi terkini seperti banjir dan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengulas kembali sejarah panjang perjuangan dalam menetapkan Palabuhanratu sebagai ibu kota Kabupaten Sukabumi. Ia menyebut bahwa proses tersebut tidaklah mudah, melainkan penuh tantangan—mulai dari lobi politik hingga koordinasi lintas instansi.
“Penetapan Palabuhanratu sebagai ibu kota bukan proses yang mudah. Kami saat itu harus melakukan berbagai pendekatan, mulai dari pejabat di provinsi hingga pemerintah pusat. Alhamdulillah, saat itu kami mendapat dukungan kuat dari Menteri BUMN, Laksamana Sukardi,” ujarnya.
Dari hasil lobi tersebut, H. Ucok berhasil memperoleh rekomendasi dari Menteri BUMN kepada Direktur Utama PTPN VIII, yang kemudian mengalokasikan lahan seluas kurang lebih 280 hektare untuk pembangunan kawasan ibu kota. Dari total luas tersebut, sekitar 80 hektare dialokasikan untuk dihijaukan melalui kerja sama dengan Yamaha Forest sebagai hutan buatan guna menekan risiko banjir.
H. Ucok juga menegaskan bahwa meskipun Palabuhanratu pernah mengalami banjir di masa lalu, kejadian-kejadian bencana yang terjadi belakangan ini jauh lebih besar dan intens dibandingkan sebelumnya. Dalam pernyataan tersebut jelas tersirat bahwa ia menilai salah satu penyebab utama adalah alih fungsi lahan yang seharusnya dijaga sebagai kawasan hijau.
“Lahan yang seharusnya menjadi hutan buatan kini berubah fungsi. Saya mempertanyakan, bagaimana lahan itu bisa beralih fungsi? Dari mana mereka bisa mendapatkan dan membeli lahannya?” tegas H. Ucok dalam video tersebut.
Tak hanya lahan dari PTPN VIII, H. Ucok juga mengungkap bahwa terdapat tambahan lahan seluas sekitar 100 hektare yang diberikan oleh PT Anugerah Jaya Agung dan PT Tatar Tirta Bumi untuk mendukung pengembangan kawasan ibu kota kabupaten.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sejarah, H. Ucok menyatakan bahwa dirinya telah menyerahkan informasi serta data lengkap terkait status lahan tersebut kepada staf Sekretaris Pribadi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Video pernyataan H. Ucok telah ditonton lebih dari 21 ribu kali dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak warga yang mendukung seruan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lahan di wilayah Palabuhanratu, demi mencegah terjadinya bencana berulang di masa mendatang
Azhar Vilyan

