Hariansukabumi.com-CIBITUNG, SUKABUMI — Mengantisipasi ancaman banjir tahunan yang kerap melanda pemukiman warga dan lahan pertanian di wilayah Selatan Sukabumi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menerjunkan armada alat berat ke daerah aliran sungai (DAS) Cikaso, Kecamatan Cibitung.
Langkah cepat ini berfokus pada pengerukan endapan sedimentasi lumpur yang telah memicu pendangkalan parah di sepanjang aliran sungai serta pembersihan tumpukan material sampah kayu yang menyumbat di sekitar area jembatan utama.
Pendangkalan DAS Cikaso selama ini menjadi pemicu utama meluapnya air sungai ke rumah-rumah warga dan area pesawahan setiap kali terjadi peningkatan debit air akibat curah hujan tinggi di daerah hulu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Rezza Sumarna, menegaskan bahwa pengerukan dan penguatan tanggul sungai di kawasan ini menjadi prioritas utama mitigasi bencana infrastruktur basah tahun 2026.
“Kondisi sedimentasi di DAS Cikaso sudah sangat tebal dan mengurangi kapasitas tampung sungai secara signifikan. Hari ini kami menempatkan satu unit ekskavator long-arm untuk pengerukan lumpur tengah sungai serta merapikan tanggul kritis di sisi kiri dan kanan aliran,” Terangnya di lokasi pengerukan, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, proyek normalisasi darurat ini menyasar aliran sungai sepanjang 1,8 kilometer dengan target pengerukan material lumpur dan pasir mencapai ribuan meter kubik. Selain memperdalam dasar sungai, tanah pengerukan dimanfaatkan langsung untuk memperkuat dan meninggikan struktur tanggul tanah di sepanjang bantaran yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.
Pengerjaan ini melibatkan sinergi antara tim teknis Dinas PU, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muspika Kecamatan Cibitung, serta relawan masyarakat setempat untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga pesisir sungai.
“Tujuan utama kami adalah mengembalikan fungsi alami daya tampung Sungai Cikaso. Dengan aliran yang lancar dan tanggul yang lebih kokoh, potensi luapan air yang mengancam rumah warga serta merusak hektaran sawah siap panen dapat dipangkas secara maksimal,” lanjutnya.
Masyarakat sekitar menyambut positif langkah responsif Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Warga berharap normalisasi ini terus berlanjut secara berkala mengingat posisi DAS Cikaso yang sangat vital bagi kehidupan dan perekonomian warga di beberapa desa sekitarnya.
Dinas PU juga mengimbau warga masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah domestik ke sungai serta menjaga kelestarian vegetasi penahan erosi di sepanjang bantaran DAS Cikaso.

