Hariansukabumi.com-JAKARTA, 11 Agustus 2026 — Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, menyampaikan keprihatinannya terkait situasi bangsa dan negara belakangan ini yang diwarnai gelombang kemarahan rakyat akibat ketidakadilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sinta Nuriyah dalam acara Sarasehan Kemerdekaan. Ia menyoroti fenomena demonstrasi yang tak kunjung usai, tindakan kekerasan berlebihan oleh aparat keamanan, hingga meningkatnya aksi ugal-ugalan yang telah menimbulkan korban jiwa.
“Akhir-akhir ini bangsa kita dihadapkan pada kondisi yang sangat memprihatinkan, rakyat yang marah pada ketidakadilan,” ujar Sinta Nuriyah.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan prinsip kedamaian dan keadilan dalam penyelenggaraan negara sesuai kaidah pesantren, Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manutun bil mashlahah, yang bermakna kebijakan seorang pemimpin harus bertumpu pada kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, cita-cita kemerdekaan hanya dapat diwujudkan jika penyelenggaraan negara berpihak kepada rakyat serta menjunjung tinggi kedaulatan sipil dan supremasi hukum. Ia juga menyayangkan makin menurunnya sensitivitas kemanusiaan dan keheningan hati nurani di tengah dinamika sosial saat ini.
Melalui forum Sarasehan Kemerdekaan tersebut, diharapkan lahir rumusan bersama dan komitmen kolektif dari berbagai elemen masyarakat untuk merespons tantangan bangsa ke depan, khususnya di bidang demokrasi, tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, hingga penguatan ekonomi nasional.
Berita ini disusun berdasarkan tayangan siaran bertajuk “Sinta Wahid Prihatin Kondisi Rakyat yang Marah akibat Ketidakadilan” yang dipublikasikan oleh kanal YouTube Kompascom Reporter on Location pada Selasa, 11 Agustus 2026
Selengkapnya:

