Hariansukabumi.com-PUNCAK, 12 Agustus 2026 — Aksi kerusuhan dan pembakaran melanda kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa sore. Aksi anarkis massa tersebut dipicu oleh ketidakpuasan warga terkait nilai penyaluran alokasi Dana Desa Tahap 1 Reguler yang dinilai terlalu kecil.
Peristiwa bermula saat massa yang mewakili 206 kampung dari 25 distrik mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Kabupaten Puncak. Warga meluapkan kemarahannya atas pembagian dana desa yang hanya dialokasikan senilai Rp130 juta per kampung.
Penjabat Bupati Puncak, Elvis Ngabu, sempat mendatangi lokasi untuk melakukan dialog dan berupaya meredam ketegangan dengan masyarakat. Namun, situasi justru semakin memanas hingga akhirnya massa mulai membakar Kantor PMK.
Aksi pembakaran tersebut meluas dan menghanguskan setidaknya 7 gedung fasilitas pemerintahan di Kabupaten Puncak, antara lain:
Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK)
Kantor Bupati Puncak
Gedung DPRD Puncak
Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)
Kantor Dinas Sosial
Kantor Keuangan Daerah
Selain tujuh fasilitas gedung publik tersebut, satu unit kendaraan dinas milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman kantor bupati juga ikut hangus terbakar.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De Faria Jimenez mengonfirmasi bahwa kepolisian tengah mendalami serta menelusuri latar belakang mendalam dari kerusuhan massa tersebut.
Setelah disiagakannya aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan imbauan dari para tokoh masyarakat setempat, massa akhirnya membubarkan diri secara berangsur-angsur. Kondisi keamanan di wilayah Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, kini dilaporkan telah mulai kondusif.
Berita ini disusun berdasarkan tayangan siaran berita bertajuk “Gegara Dana Desa Dipotong, Massa Ngamuk dan Bakar Kantor Pemerintah di Papua” yang dipublikasikan oleh kanal YouTube tvOnenewscom.
Selengkapnya:

