Hariansukabumi.com— Kang Dedi Mulyadi (KDM) akhirnya membuka suara dan secara tegas membantah spekulasi publik yang menyebut dirinya akan menyeberang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).Selasa, 25 Agustus 2026
Di hadapan media, KDM menegaskan bahwa kabar kepindahannya tersebut sama sekali tidak berdasar. Ia memastikan posisi politiknya masih berlanjut di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Isu dari mana itu? Kita tidak mungkin nanggapin hal ujug-ujug yang aneh begitu. Sampai hari ini saya adalah Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra. Jadi kalau ditanya tidak benar, bukan tidak benar lagi, itu bohong!” tegas KDM.
Selain meluruskan persoalan politiknya, KDM turut menumpahkan kritik tajam terhadap tata kelola birokrasi dan ketimpangan pembangunan daerah di Jawa Barat. Menjelang momentum HUT ke-81 RI, ia mengkritisi masih maraknya budaya feodal di lingkungan aparatur pemerintah yang lebih mengutamakan seremoni dan atribut dinas ketimbang pelayanan publik.
KDM menilai, anggaran publik kerap dihabiskan untuk rapat dan fasilitas pejabat, ketimbang dialokasikan secara langsung untuk meretas penderitaan rakyat, seperti mengatasi ketimpangan pasokan listrik serta ketimpangan pendapatan di daerah-daerah kaya sumber daya alam.
“Jangan terlalu atributik. Saya pribadi tidak terlalu meletakkan baju dinas dan tanda pangkat karena itu bisa menjauhkan kita dari layanan publik. Alokasi anggaran harus benar komposisinya agar rakyat tidak sekadar jadi objek,” lugasnya.
Dalam tayangan yang sama, perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi atas tingginya tingkat kepuasan publik terhadap capaian prioritas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Kendati demikian, DPRD mendorong agar pemerintah daerah ke depan lebih menyeimbangkan porsi anggaran pada sektor pelayanan dasar serta pemberdayaan masyarakat untuk menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Video selengkapnya dapat disaksikan di YouTube Okezone.

