WIB
Hariansukabumi.com— Ratusan santri dari Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak mengalami gangguan kesehatan serius yang diduga akibat keracunan makanan usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa. 1 September 2026
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, tercatat ada 566 santri yang dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan. Sebagian besar dari para santri mengeluhkan rasa mual, muntah, lemas, hingga diare secara bersamaan setelah mengonsumsi menu MBG tersebut.
Puluhan Santri Dievakuasi ke RSUD Notopuro
Penanganan medis terhadap para santri terus dilakukan secara intensif. Pada Rabu sore, gelombang santri yang membutuhkan penanganan darurat terus berdatangan ke RSUD Notopuro Sidoarjo.
Sebanyak 35 santri—yang mayoritas merupakan santri perempuan—yang sebelumnya mendapatkan pertolongan pertama di area masjid pondok pesantren, harus dievakuasi menggunakan sejumlah ambulans puskesmas ke RSUD Notopuro karena kondisi fisik mereka tak kunjung membaik dan terus melemah.
Kedatangan 35 santri tambahan ini menambah jumlah pasien santri yang harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit tersebut. Pihak tim medis RSUD Notopuro langsung melakukan tindakan penanganan cepat dan observasi medis guna menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Sebagian Pasien Diizinkan Pulang
Di sisi lain, beberapa santri yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di RSUD Notopuro dan telah menunjukkan perkembangan kondisi kesehatan yang membaik kini telah diizinkan untuk pulang. Mereka dijemput langsung oleh pihak keluarga masing-masing untuk menjalani masa pemulihan di rumah.
Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan setempat bersama aparat terkait masih terus melakukan pengawasan ketat di lokasi pesantren serta melakukan investigasi terkait penyebab pasti munculnya dugaan keracunan massal tersebut.
Video selengkapnya dapat disaksikan di YouTube BeritaSatu.

