HARIANSUKABUMI.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug bergerak cepat merespons insiden retaknya badan jalan pada ruas Jalan Cipanas, Kampung Cipanas RT 19/RW 07, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan. Kerusakan infrastruktur jalan kabupaten tersebut dipicu oleh guyuran hujan ekstrem yang melanda wilayah utara Sukabumi pada Kamis (1/10/2026).
Sebagai langkah awal, petugas melakukan pemeriksaan di lokasi untuk mengetahui kondisi kerusakan sekaligus mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan hasil pemeriksaan lapangan agar langkah perbaikan yang diambil sesuai dengan kondisi teknis di lokasi.
Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menegaskan bahwa Penilik Jalan wilayah Kabandungan telah melakukan inspeksi awal setelah menerima laporan mengenai keretakan badan jalan tersebut.
“Penilik Kabandungan sudah turun melakukan pemeriksaan awal. Laporan ini kami respons cepat, dan langkah tindak lanjutnya adalah diterjunkannya tim teknis untuk mengkaji tingkat kerusakan konstruksi secara detail,” kata Asep Saepuloh, Jumat (2/10/2026).
Menurut Asep, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sebelumnya diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kestabilan tanah di sekitar badan jalan. Curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan aliran air di dalam tanah, mengikis material pendukung, serta memicu pergeseran tanah yang berdampak terhadap konstruksi jalan.
“Kenyataannya curah hujan kemarin sangat ekstrem. Luapan air berlebih dapat menjebol rongga tanah di bawah konstruksi jalan. Oleh sebab itu, tim teknis dari UPTD akan melakukan survei teknis pada hari Senin dan Selasa esok untuk mengumpulkan data riil,” jelas Asep.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan awal tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk penanganan yang diperlukan. Menurutnya, kerusakan badan jalan yang berada di dekat tebing membutuhkan kajian menyeluruh, terutama untuk mengetahui kondisi tanah, stabilitas lereng, serta kemungkinan adanya pergerakan tanah yang masih berlangsung.
Karena itu, penanganan fisik secara permanen pada ruas Jalan Cipanas belum akan ditentukan sebelum hasil kajian teknis diperoleh. Langkah tersebut dilakukan agar perbaikan nantinya tidak hanya menyelesaikan kerusakan yang terlihat di permukaan, tetapi juga mempertimbangkan faktor penyebab yang berpotensi menimbulkan kerusakan berulang.
Asep menjelaskan, UPTD PU Wilayah III Cicurug telah menjadwalkan survei teknis komprehensif pada Senin dan Selasa mendatang. Pemetaan lapangan tersebut akan dilengkapi dengan pengukuran struktur, analisis elevasi tebing, serta dokumentasi konstruksi untuk memperoleh gambaran kondisi infrastruktur secara lebih akurat.
Survei mendalam ini dinilai penting mengingat curah hujan berintensitas tinggi berpotensi terus mengikis stabilitas tanah di sekitar badan jalan yang berada persis di tepi tebing. Melalui kajian tersebut, tim teknis diharapkan dapat mengidentifikasi tingkat kerusakan dan menyusun rekomendasi penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Selain menindaklanjuti kerusakan Jalan Cipanas, Asep juga menyampaikan apresiasi atas sinergi masyarakat Kabandungan dalam membantu penanganan persoalan infrastruktur di wilayahnya. Sebelumnya, warga turut bahu-membahu menanggulangi longsoran Daerah Irigasi (DI) Sabilulungan di Desa Cipeuteuy bersama juru pengairan dan P3A Mitra Cai.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan membantu penanganan awal menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi infrastruktur daerah. Sinergi antara pemerintah dan warga juga membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai kerusakan yang membutuhkan perhatian.
“Setiap keluhan dan laporan kerusakan infrastruktur dari masyarakat tentu harus direspons cepat dan baik. Penanganan fisik permanennya nanti akan disesuaikan secara presisi berdasarkan hasil pemeriksaan tim teknis di lapangan,” pungkas Asep.
Dinas PU Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug akan melanjutkan penanganan berdasarkan hasil survei dan rekomendasi teknis. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penentuan metode perbaikan yang tepat sekaligus menjaga keamanan dan keberlanjutan fungsi ruas Jalan Cipanas bagi masyarakat.

