• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Popular News

Puluhan Tahun Mengabdi sebagai Guru Ngaji, Hidup dengan Kondisi yang Memprihatinkan, namun Luput dari Perhatian Pemerintah

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Februari 8, 2022
in Popular News
0
Puluhan Tahun Mengabdi sebagai Guru Ngaji, Hidup dengan Kondisi yang Memprihatinkan, namun Luput dari Perhatian Pemerintah
0
SHARES
194
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com- Seorang guru ngaji bernama Ece (66) yang tinggal di Desa Cijalingan Kampung Pasir Angin pasir Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Keseharian Ece selain dari mengajar mengaji juga bekerja sebagai tukang reparasi barang elekronik untuk memenuhi keperluan hariannya. Walaupun saat ini sangat jarang dan sangat bisa dihitung dengan jari pelanggan yang datang untuk memperbaiki benda elektroniknya, tetapi mang Ece masih mencoba untuk bertahan dengan keahliannya tersebut, dengan harapan ada satu atau dua pelanggan yang datang tiap bulannya.

Tidak hanya itu, selain sudah tua Mang Ece juga mengidap beberapa penyakit yaitu prostat dan stroke. Beruntung penyakit prostatnya yang diidapnya kini sudah mulai membaik.

“Alhamdulillah, untuk penyakit prostatnya sekarang sudah membaik. Hanya saja kadang-kadang masih suka kambuh. Saat lagi kambuh saya coba obati menggunakan minyak sayur dan menggunakan alat bantu selang, sebagai penanganan sementara. Alhamdulillah saya mempunyai tetangga yang pada baik, ketika saya mengalami stroke ringan mereka lah yang membawa saya ke rumah sakit untuk berobat,” tutur Mang Ece saat disambangi di kediamannya Selasa (8/2/2022)

Tempat tidur guru ngaji di Sukabumi dengan kondisi yang sangat memprihatinkan

Meskipun di tengah deraan yang ia alami, Mang Ece masih bisa bersyukur atas kehidupan yang ia miliki

“Selain mempunyai tetangga yang sangat peduli dan baik hati, saya juga mempunyai beberapa mantan anak murid yang kerap memberi bantuan makanan. Saya berterimakasih sekali atas apa-apa yang telah mereka berikan pada saya,” lanjutnya

Melihat kondisi bangunan rumah yang kini ditempati oleh Mang Ece terlihat sudah sangat tidak layak huni dan nyaris ambruk dimakan usia. Rumah berbentuk panggung dengan material kayu tersebut kini sudah sangat rapuh. Sedangkan kamar mandinya pun hanya menggunakan karung plastik sebagai pintu penutup.

Sementara itu menurut informasi yang diperoleh rumah Mang Ece tersebut sudah diajukan ke Dinas Sosial untuk direhab. Namun bantuan untuk perbaikan rumah Mang Ece tersebut belum terealisasi sampai saat ini.

Kondisi kamar mandi Mang Ece

Menanggapi kejadian pilu yang dialami oleh seorang guru ngaji di Kabupaten Sukabumi tersebut, Ketua DPD PPLHI Kabupaten Sukabumi Irwan Ramdhan mengatakan sangat prihatin dan menilai respon dari pemerintah sangat lambat

“Seharusnya pemerintah desa maupun pemerintah daerah cepat tanggap terhadap permasalahan sosial seperti ini. Apalagi yang mengalaminya adalah seorang guru ngaji, yang mana ilmu yang diberikannya adalah ilmu yang sangat berguna, tidak hanya untuk dunia saja, malahan untuk akherat juga,” terang Irwan lewat sambungan telepon

“Selain itu Irwan juga berharap pemerintah harus bisa mengkaji bantuan bagi masyarakat lemah, dengan skala prioritas.
Kalau sudah tua, sakit-sakitan apalagi hidup seorang diri harus diprioritaskan dalam pemberian bantuan. Pemerintah desa juga harus cepat tanggap, jangan setelah ramai jadi perbincangan publik baru ada tindakan. Buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Saat ini masyarakat lemah tengah menjerit, karena sakit, karena lapar.
Saya minta kepada pemangku kebijakan untuk tidak main-main dengan jabatan. Karena itu tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia saja, tetapi juga di akhirat.” Tandas Irwan Ramdhan Ketua DPD PPLHI dan juga sebagai pemerhati  kehidupan sosial di Sukabumi 

Azhar Vilyan

 

 

Previous Post

Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin Harap Pers Menjadi Peneduh bagi Dunia Politik

Next Post

Hadapi Panen Raya, Dewan Pengawas katakan Perumda ASM siap Tampung Hasil Panen Petani Sukabumi

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Hadapi Panen Raya, Dewan Pengawas katakan Perumda ASM siap Tampung Hasil Panen Petani Sukabumi

Hadapi Panen Raya, Dewan Pengawas katakan Perumda ASM siap Tampung Hasil Panen Petani Sukabumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.