
Reporter : Syadeva
HARIANSUKABUMI.COM|Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kabupaten Sukabumi Jaringan Wirausaha Indonesia menggelar kegiatan Ngaji Strategi Bisnis II dengan mengusung tema “Sinergi Membangun Pertanian Berkelanjutan 5.000 ha seKabupaten Sukabumi dan 1.000.000 ha Seluruh Indonesia”, di Aula Desa Kadaleman, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (23/03/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Jaringan Wirausaha Indonesia, Qusyairi Sumbermanggis, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDIP, Anang Janur, Kepala BPP Surade, Pipin, Kepala Desa Kadaleman, Rosid, PT. Sagara Bumi, H. Badrudin, para Kelompok Tani, Babinsa Koramil 2214 Surade serta jajaran terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut juga digelar musyawarah pembentukan pengurus wilayah, diantaranya Anang Janur ditunjuk sebagai Dewan Pembina, H. Badrudin sebagai Ketua Umum, Lambang Indra Setiawan sebagai Wakil Ketua, Firman Ardiansyah sebagai Sekretaris, Rina Dalymunte sebagai Bendahara dan Koordinator Wilayah (Korwil) dijabat Awan Rustiana.
“Pembentukan pengurus wilayah sangat penting, karena menjadi ujung tombak dilapangan. Sehingga dapat langsung mengetahui potensi yang dapat menunjang perekonomian masyarakat dari hasil pertanian, kerajinan dan usaha lainnya,” ujar Qusyairi.

Tak hanya itu, Qusyairi juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama bersinergi dalam menunjang keberhasilan usaha ini. Serta dirinya menegaskan, agar menggunakan potensi yang ada untuk meningkatkan penghasilan petani dan keluarganya.
“Jadi, tidak hanya pengurus dan anggota saja yang dapat menikmati manisnya sebuah usaha, tetapi petani dan pelaku usaha juga harus sama merasakan hasil usaha yang kita kelola bersama-sama ini,” ucapnya.
Sementara, Anang Janur, juga selaku Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menyampaikan, bahwa ini sebuah peluang besar yang harus dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi. Bahkan menurutnya, harus menjadi percontohan bagi daerah lainnya.
“Maka program ini harus segera kita wujudkan dengan bersinergi bersama-sama. Bila perlu kita harus menjadi tolak ukur dan sebagai contoh untuk daerah lainnya di Indonesia,” tandasnya.