• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Nasional

Perilaku Umat Nabi Luth dan Perempuan dari Pulau Lesbos yang Masih Ada Hingga Sekarang

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Maret 19, 2022
in Nasional, Sejarah
0
Perilaku Umat Nabi Luth dan Perempuan dari Pulau Lesbos yang Masih Ada Hingga Sekarang
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com- Pada Zaman modern seperti saat sekarang ini banyak kita dengar dan jumpai di lingkungan kita tinggal maupun di sosial media bahkan televisi, dengan adanya manusia yang mempunyai perilaku menyimpang yaitu dengan cara menyukai pasangan yang sejenis, baik itu homoseksual ataupun lesbian

Tapi tahukah anda bahwa perilaku menyimpang itu sudah ada sejak zaman dulu kala. Sejak ribuan tahun lalu perilaku itu telah tumbuh. Bagaimana misalnya dalam kitab suci dikatakan Tuhan benar-benar marah dan murka tehadap kaum Nabi Luth yang lebih menyukai perilaku homoseksual.

Kejinya kelakuan para kaum homoseksual di masyarakat Sodom ini bahkan hingga diabadikan di dalam Al Quran

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. [QS. Ash-Shu`arā’ ayat 165-166] tegur Allah SWT di dalam Alquran terhadap orang-orang yang berperilaku seksual menyimpang

Peringatan keras yang datang dari Tuhan pun tidak didengarkan oleh mereka, mereka tidak mempedulikannya dan
terlalu asik bermain dengan kemungkaran yang dilakukannya. Sehingga timbullah azab dari Tuhan hingga menghancurkan kaum itu melalui siksaan yang sangat dahsyat

Setelah lama berselang, praktek terkutuk penyuka sesama jenis itu berkembang kembali pada zaman Romawi Kuno. Lebih parah nya lagi disebutkan semua kaisar Romawi kecuali Claudius memiliki kekasih laki-laki. Hingga pada akhirnya praktek pada zaman Romawi tersebut dihentikan oleh kaisar Kristen Theodosius I yang menetapkan hukum pada 6 Agustus 390 M. Kaisar memberi perintah untuk membakar pasangan homoseksual pada tiang pancang
Kemudian penerusnya kaisar Yustinianus, memperluas pelarangan praktik homoseksualitas hingga ke pasangan aktif (pada tahun 558 M), Kaisar memperingatkan bahwa perilaku tersebut dapat mengarah pada kehancuran kota karena “murka Tuhan”.

Sama dengan penyuka sesama jenis laki-laki (Homoseksual/gay), kaum perempuan penyuka sesama jenis (Lesbi) ternyata tidak kalah tua umurnya dengan kaum Homoseksual

Dan tahukah Anda bahwa kata lesbian itu berawal dari sebuah nama pulau di Yunani, yaitu pulau Lesbos.

Lesbos sendiri merupakan tempat di mana wanita yang bernama Sappho lahir pada tahun 650-600 SM.
Sappho dikenal dengan kepandaianya sebagai seorang penyair

Sappho mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan dan berbagi puisi yang dimaksudkan untuk dinyanyikan
Sappho mempunyai seorang kekasih perempuan bernama Gongyla.
Pada saat terjadi konflik di pulau Lesbos Sappho pun diasingkan ke Italia.

Tema-tema puisi Sappho seringkali menggambarkan situasi yang penuh dengan gairah, cinta, dan kerinduan terhadap perempuan lain. Pemujaan untuk dewi favoritnya, Aphrodite, juga membuat banyak penampilan dalam syairnya.
Puisi Sappho banyak mendapat pujian hinnga Plato sering menyebut Sappho sebagai “Muse kesepuluh” setelah sembilan inspirasi abadi dalam Mitologi Yunani.

Sejarah kematian Sappho tidak tercatat secara jelas pada sejarah.Ia hanya dikabarkan mati oleh rekan penyair yang lain dengan cara melompat dari tebing berbatu.
Bunuh diri yang dilakukan Sappho itu akibat dari cinta nya yang tak berbalas dari seorang tukang perahu.

Sebagian kalangan menyebut cerita kematian Sappho yang melompat dari tebing karena cintanya tidak dibalas oleh seorang pria tukang perahu, adalah sebuah karangan paksa. Narasi itu dibuat hanya untuk meyakinkan sebagian kalangan untuk alasan tertentu bahwa Sappho adalah seorang wanita yang menyukai lawan jenis (Heteroseksual)

 

Sappho dan Erinna di Taman Mytelene oleh Simeon Solomon. (Perpustakaan Fotografi Seni Rupa/Corbii Pada saat ini Pulau Lesbos menjadi semacam tempat ziarah bagi kaum perempuan penganut ketertarikan terhadap sesama jenis, atau lesbian. Bahkan setiap tahunnya ada festival wanita internasional yang diadakan untuk menghormati Sappho.

 

 

G.W

Previous Post

Percepat Target Vaksin Kapolda bersama Kapolres Sukabumi Jemput Bola dengan Melaksanakan Vaksinasi di PT. Daehan Global

Next Post

Pada Balap MotoGP Mandalika, Rara si “Pengendali Cuaca” Unjuk Kebolehan pada Dunia

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Pada Balap MotoGP Mandalika, Rara si “Pengendali Cuaca”  Unjuk Kebolehan pada Dunia

Pada Balap MotoGP Mandalika, Rara si "Pengendali Cuaca" Unjuk Kebolehan pada Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.