Hariansukabumi.com– Assalamu’alaikum sahabat.! Simpatisan, serta pendukung UF di mana saja berada. Khususnya yang ada di Sukabumi. Salam persaudaraan! Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dan kesehatan dalam menjalani hidup ini.
Sahabat sekalian, Pemilihan Umum sudah semakin dekat.
Sebagaimana pemilu pada masa-masa yang lalu, pada menjelang pemilu kali inipun suasana politik sudah sangat terasa
Di sosial media kita bisa saksikan bersama-sama, di tengah masyarakat sudah mulai terjadi polarisasi.
Banyak masyarakat yang menyatakan dukungan mereka terhadap kandidat tertentu, namun di sisi lain, ada juga yang menentang secara tegas.
Sebetulnya kejadian seperti itu tidak hanya terjadi di negara kita saja. Banyak negara yang mengalami hal serupa. Namun skalanya saja yang cukup berbeda. Dan di negara lain situasi panasnya itu hanya beberapa waktu, selepas telah terpilihnya calon presiden yang baru, maka para pemilihnya sudah kembali rukun dan damai.
Tetapi hal tersebut tidak berlaku di negara kita. Proses pemilihan umum di Indonesia memang selalu menimbulkan polemik. Perdebatan dan pertengkaran adalah yang selalu menjadi bumbunya.
Dan itu bisa berlangsung sepanjang tahun. Bahkan bisa sampai pada pemilu yang berikutnya.
Dapat kita bayangkan jika perdebatan dan pertengkaran politik terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama, tentunya itu akan berdampak negatif pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Yang perlu kita ingat bahwa politik seharusnya tidak hanya menjadi ajang untuk bersaing dan meraih kekuasaan, tetapi juga untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara umum
Nah, untuk itu, saya mengimbau kepada pendukung dan simpatisan UF, sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap menjaga sikap secara bijak dan tidak terpancing emosi yang akan bisa membakar diri kita sendiri.
Lebih cerdas dan santunlah dalam berpolitik. Begitu juga dalam hal memilih seseorang kandidat. Baik itu kandidat Caleg, Cabup, Cagub, maupun Capres sekalipun, kita harus bisa menyampaikan dukungan kita dengan cara yang smart dan terpuji tanpa merendahkan bahkan sampai memfitnah calon yang lain.
Saran saya, dalam memilih seorang calon kita harus bisa menganalisa berdasarkan pada pemahaman dan pengetahuan yang kita miliki terhadap sepak terjang calon tersebut. Selanjutnya kita bisa melihat apakah visi dan misinya sudah sesuai dengan kepentingan masyarakat banyak. Dan tak lupa telusuri rekam jejak calon tersebut, apabila banyak noda hitam maka atas nama hati nurani dan kebenaran, maka tinggalkanlah calon tersebut dan beralihlah pada calon yang lebih baik daripadanya.
Merujuk kepada apa yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah “Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan”
Jangan sampai pro- kontra dukung- mendukung Pilpres menjadi sebuah pertarungan yang sesungguhnya bagi masyarakat di kehidupan nyata. Jangan mengulang kesalahan yang sama, kita telah diberi pelajaran berharga saat pemilu 2019 yang lalu. Bagaimana polarisasi rakyat sangat kuat antara satu sama lain, tidak sedikit orang yang berakhir di penjara hanya karena berbeda dukungan. Kawan dengan kawan berseteru, tetangga dengan tetangga berseteru, kakak dan adik berseteru istri dengan suami bahkan seorang anak dengan ayah atau ibunya pun turut berseteru hanya karna beda pilihan.
Oleh karena itu saya Ujang Fahpulwaton mengajak kepada semua khusunya masyarakat Sukabumi untuk melihat politik secara jernih tanpa disertai dengan emosi
Kita harus memiliki pemahaman yang obyektif dan kritis terhadap berbagai peristiwa dan isu politik yang sedang berkembang.
Dan dalam mencapai pemahaman yang obyektif tersebut, pertama-tama kita harus membuang segala pengaruh emosi terhadap calon yang ada, lalu kemudian berusaha untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya tentang calon yang bersangkutan
Sebagai makhluk ciptaan yang paling sempurna, sebetulnya kita telah dibekali oleh Allah dengan sebuah alat, yaitu akal dan fikiran.
Dengan lewat alat yang maha canggih itu kita bisa mengembangkan keterampilan kritis dan analitis agar dapat memproses informasi dengan tepat dan membuat keputusan yang bijak.
Mudah-mudahan pemilu yang akan datang bisa membawa kedamaian , ketenangan dan mampu merangkul semua komponen anak bangsa untuk tetap bersatu walaupun tadinya berbeda pandangan dan pilihan.
Kita boleh berbeda tetapi tetap jaga persaudaraan untuk Indonesia tercinta.
Salam Restorasi Menuju Jawa Barat 2024
H. UJANG FAHPULWATON pendiri UF Center, Bacaleg Partai NasDem Dapil Jabar V ( Kab & Kota Sukabumi )

