Hariansukabumi.com- Rencana aksi demonstrasi terhadap KPUD Kabupaten Sukabumi yang digagas oleh Koalisi 11, dan dikomandoi oleh Fery Permana, mendadak dibatalkan.
Sebelumnya dikatakan bahwa koalisi 11 akan melakukan demo terkait proses seleksi yang dilakukan KPU terhadap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dinilai memiliki banyak kecurangan.
Rencana demo tersebut juga telah diketahui oleh pihak kepolisian dan berbagai pihak yang lain, termasuk pengguna sosial media
Pembatalan demo tersebut menurut Fery Permana, mengingat KPUD saat ini tengah melakukan proses seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS).
“Saat ini, KPUD Kabupaten Sukabumi sedang melaksanakan rekrutmen di tingkat TPS. Para komisioner dan staf tersebar di seluruh wilayah, sehingga tidak dapat menerima aspirasi melalui aksi damai yang kami rencanakan,” dalih Fery Permana, Ketua Aksi, pada Selasa, 21 Mei 2024
Selanjutnya dijelaskan batalnya demo tersebut merupakan sebuah langkah dalam menjaga terjaganya proses demokrasi menjelang Pilkada
“Sebagai langkah dan upaya penegakan demokrasi serta untuk menjaga kondusifitas, jelang Pilkada kami memutuskan untuk tidak jadi melaksanakan demo tersebut.,” lanjutnya
Fery menepis anggapan serta asumsi yang beredar di masyarakat yang mengatakan telah terjadi ‘kesepakatan’ antar pihak koalisi 11 dengan pihak KPUD atas batalnya Demo tersebut.
Fery mengemukakan bahwa mereka tidak bisa membatasi asumsi serta komentar masyarakat, yang jelas katanya bahwa Koalisi 11 memprioritaskan kelancaran proses seleksi PPS yang merupakan bagian penting dari persiapan pemilu.
“Kami ingin memastikan bahwa demokrasi berjalan dengan baik dan tanpa gangguan, sehingga kami secara kolektif bersama ketua-ketua yang tergabung di koalisi 11 memilih untuk membatalkan aksi ini,” tambahnya.
Di lain pihak Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Kasmin Belle membenarkan bahwa demo tersebut memang dibatalkan.

“Sebetulnya kami dari KPU tidak pernah melarang atau anti terhadap kritikan ataupun membatasi siapapun yang ingin melakukan penyampaian pendapat apalagi kita hidup di negara demokrasi yang kebebasan berbicara di muka umum yang dijamin oleh undang-undang.” Ungkap Kasmin ketika dikonfirmasi Selasa 21/05/2024
Namun katanya saat ini mereka tengah memiliki jadwal yang sangat padat dengan berbagai tahapan seperti wawancara terhadap calon panitia pemungutan suara (PPS).
“Nah, ketika kami mendapat informasi bahwa demo itu dibatalkan, kami cukup berterimakasih, karena mereka (Koalisi 11- red) memahami posisi kami yang tengah melakukan tahapan-tahapan proses demi kepentingan kabupaten Sukabumi.” Tandasnya singkat
Azhar Vilyan