Hariansukabumi.com – Sukabumi. Tiga tahun setelah pembangunan Plaza Amphitheater Geopark Ciletuh dinyatakan rampung, bangunan megah yang digadang-gadang menjadi ikon pariwisata baru di Sukabumi itu justru terbengkalai. Terletak di Kampung Cigaok, RT 04 RW 01, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kawasan ini kini dikunci rapat dengan bambu melintang di pintu masuk parkiran, seolah terlupakan.
Proyek yang digarap oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jawa Barat dan pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat ini menelan anggaran miliaran rupiah. Namun hingga kini, fasilitas publik tersebut belum juga dioperasikan dan justru berubah menjadi bangunan tak berfungsi yang memicu kekecewaan warga.
“Pembangunan awal dimulai pada 2019, sempat tertunda karena pandemi COVID-19, lalu dilanjutkan pada 2022. Seharusnya tahun 2023 sudah diresmikan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami juga tidak tahu alasan pastinya,” ungkap Yuli Yuliana, petugas keamanan di lokasi Plaza Amphitheater, Jumat (30/5/2025).

Padahal, kehadiran Plaza Amphitheater ini ditujukan sebagai penunjang destinasi wisata Geopark Ciletuh, yang telah diakui UNESCO Global Geopark. Dengan panorama alam Panenjoan yang menawan, bangunan ini dinilai strategis sebagai pusat pertunjukan seni, budaya, dan kegiatan wisata.
Namun, harapan warga hingga kini belum terwujud. Ketidakjelasan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai nasib fasilitas ini memunculkan berbagai pertanyaan—terutama soal efektivitas penggunaan anggaran besar yang sudah dikucurkan.
“Kalau sudah dibuka, ini bisa jadi magnet wisata baru. Sayang sekali kalau dibiarkan seperti ini. Kami berharap dengan kepemimpinan Gubernur Jawa Barat saat ini, Kang Dedi Mulyadi, ada tindak lanjut yang jelas,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Desakan agar pemerintah segera memberi klarifikasi pun kian menguat. Warga berharap proyek ini tidak berakhir sebagai monumen kemubaziran anggaran, melainkan benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Anwar*

