Hariansukabumi.com-Sebuah insiden terjadi di Stasiun Pagaden Baru, Kabupaten Subang, pada Jumat (1/8) pukul 15.47 WIB, saat rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya–Gambir mengalami anjlok. Lima dari 13 gerbong keluar dari rel, dengan total 281 orang berada di dalam kereta. Meskipun situasi mengkhawatirkan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. PT KAI pun segera menutup jalur kereta api lintas Jakarta–Jawa Tengah untuk proses evakuasi dan pemeriksaan keselamatan jalur.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono bersama unsur Forkopimda langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Langkah-langkah penanganan darurat dilakukan, termasuk sterilisasi area dengan garis polisi, pengaturan arus lalu lintas, serta evakuasi penumpang menggunakan bus menuju Jakarta. Posko terpadu juga didirikan untuk koordinasi lintas instansi, dengan dukungan dari BPBD, TNI, Damkar, dan tenaga medis dalam proses penanganan teknis.
Dalam pernyataannya, Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia memastikan situasi sudah terkendali dan penyelidikan awal tengah berlangsung. Hingga saat ini, proses evakuasi gerbong masih dilakukan, dan jalur kereta belum dapat difungsikan kembali sepenuhnya. Informasi resmi akan terus diperbarui oleh pihak berwenang melalui saluran komunikasi terpercaya.

