Hariansukabumi.com – Kampung Tajur RT 003 RW 08, Desa Red_ Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak ramai dengan tawa riang anak-anak. Di sebuah saung sederhana yang akrab dipanggil Sawala oleh warga sekitar, Selasa (26/8/2025)
Program kreatif bertajuk Sawala Bercerita digagas oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STKIP Bina Mutiara Sukabum. Nama kegiatan ini bukan sembarangan diambil begitu saja. Sawala dalam bahasa Sunda berarti “musyawarah”, menurut salah satu tokoh masyarakat setempat dan menariknya, kelompok belajar ini memang dilaksanakan di sebuah saung yang sudah lama diberi nama Sawala oleh warga.
Untuk letak saungnya pun strategis, tepat berhadapan dengan sebuah Taman Kanak-kanak (TK), sehingga suasana belajar anak-anak terasa semakin hangat dan hidup.
Melalui Sawala Bercerita, anak-anak Kampung Tajur diajak mengenal literasi baca tulis khususnya Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Fokus utamanya adalah belajar memberi salam atau sapaan sederhana, seperti “halo”, “selamat pagi”, hingga cara memperkenalkan diri.
Dengan metode interaktif, anak-anak tidak hanya menghafal, tapi juga berani menanamkan langsung dalam percakapan.
Imanda Akbar Rabbani, mahasiswa KKM sekaligus penanggung jawab program, mengungkapkan rasa bahagianya melihat antusiasme anak-anak yang luar biasa.
“Saya merasa sangat senang melihat semangat anak-anak dalam mengikuti Sawala Bercerita. Setiap pertemuan mereka datang dengan ceria, penuh energi, dan cepat menangkap materi yang diberikan. Dukungan juga sangat berarti bagi kami, karena tanpa bantuan mereka program ini tidak akan berjalan sebaik ini,” tuturnya
Ketua RT 003 Koko, menyambut baik program ini. Anak-anak jadi punya kegiatan positif dan bisa belajar hal baru, khususnya Bahasa Inggris, sejak dini. Saung Sawala ini memang tempat bersama, dan kami senang bisa melihatnya dipakai untuk kegiatan bermanfaat seperti ini,” ujarnya
“Kehadiran Sawala Bercerita membuktikan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan ruang belajar alternatif yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghibur. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak Kampung Tajur terhadap literasi sejak dini, sekaligus memperkenalkan Bahasa Inggris sebagai bekal untuk masa depan mereka.”tutupnya
Anwar*

