Hariansukabumi.com – Kondisi ruas jalan Kabupaten Bojong Genteng – Pasir Manggu, tepatnya di Kampung Bojong Genteng RT 01 RW 02, Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, semakin memprihatinkan. Jalan tersebut sudah lebih dari sepuluh tahun mengalami kerusakan parah tanpa perbaikan yang berarti.
Warga setempat mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur vital ini. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama kini dipenuhi lubang besar dengan permukaan yang tidak rata, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Jalan ini sudah lama rusak dan belum ada perbaikan yang signifikan,” ujar seorang warga Bojong Genteng yang enggan disebutkan namanya Jumat (10/9/2025)
“Kami kesulitan saat mengangkut hasil bumi, anak-anak juga kesulitan pergi ke sekolah. Kondisi ini sangat menghambat perekonomian dan pendidikan di desa kami,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh RT setempat, Ujang. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi jalan yang semakin memburuk.
“Saya selaku RT di sini sangat mengunginkan adanya pembangunan bagi jalan ini. Jalan ini adalah urat nadi penghubung antara Kampung Pasir Manggu dan Bojong Genteng. Jika jalan ini bagus, aktivitas warga tentunya akan lebih lancar,” kata Ujang saat ditemui awak media Hariansukabumi.com.

Menurut Ujang, jalan tersebut sudah hampir sepuluh tahun tidak mendapatkan perbaikan yang memadai, padahal statusnya adalah jalan kabupaten.
“Kalau benar ini jalan kabupaten, kenapa belum dibangun oleh kabupaten? Kami sangat membutuhkan jalan yang layak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ujang menambahkan bahwa jalan ini tidak hanya penting bagi warga Bojong Genteng, tetapi juga bagi warga Desa Mekarjaya. Jalan ini merupakan penghubung utama antara Desa Ciemas dan Mekarjaya, sehingga perbaikannya diyakini akan memberikan dampak positif bagi kedua wilayah.
“Harapan saya untuk pemerintah daerah dan pusat segera merespons keluhan ini dan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan. Kami mohon agar proses perbaikan dilakukan secepatnya, supaya aktivitas warga kembali normal dan perekonomian desa kembali bergairah,” ucapnya.
“Kami mohon kepada pemerintah, jangan biarkan kami terus menderita karena jalan rusak ini. Kami ingin jalan yang layak, aman, dan bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan kami,” pungkasnya
Anwar*

