Hariansukabum.com-Ditengah curah hujan tinggi yang belakangan ini mengguyur Kabupaten Sukabumi akibatkan banyaknya kejadian bencana alam yang kembali melanda di beberapa wilayah di kabupaten sukabumi
Namun yang menjadi sorotan dan perhatian publik adalah dengan adanya gelaran COE (calender of event) 2026 yang digelar di kadudampit selasa 16 desember 2025 event yang digagas Dinas Pariwisata ini menjadi sorotan tajam publik

Yang mana adanya hal itu dinilai dijadikan ajang bancakan anggaran akhir tahun semata serta di anggap tidaklah elok disaat beberapa kecamatan terkena bencana Bupati malah lebih memilih hadir pada event tersebut dari pada turun kepada pada masyarakat korban bencana.
Hal itu juga menjadi sorotan Aktivis Pengamat Kebijakan Publik, Aris Hermawan dalam narasinya kepada awak media , Aris menyayangkan seharusnya Bupati tidak perlu banyak menghadiri agend seremonial ditengah situasi

Yang memang saat ini belum baik bagi kabupaten sukabumi , dari bencana akhir tahun lalu sampai bencana tahun ini semua masih sangat jauh dari kata selesai malah terkesan adanya kegagalan sistem penanggulangan bencana disana”cetus Aris

Namun apa yang dilakukan oleh Bupati hari ini menggambarkan kegagalan sebagai Leader yang mana jelas event atau festival yang dibuat oleh Dinas Pariwisata kemaren diduga kuat hanya untuk mengambil anggaran akhir tahun saja yang mana jika bicara dampak tidak ada dampak signifikan untuk masyarakat luas
“Malah terkesan abai akan adanya bencana yang saat ini terjadi jadi jelas Bupati Sukabumi di anggap abai dan tidak peduli dengan apa yang terjadi apalagi belakangan ini bupati dinilai tidak fokus pada pembenahan pasca bencana namun terkesan banyak menggelar seremonial seremonial yang tidak berdampak bagi masyarakat umum.”pungkasnya

