Hariansukabumi.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS, Ai Sri Mulyati, S.Ag, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 di Desa Citamiang, Kecamatan Purabaya, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi legislator daerah pemilihan setempat untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.
Reses yang digelar di salah satu titik pertemuan warga itu dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, kader PKK, serta perwakilan kelompok pemuda dan pelaku usaha mikro. Dalam dialog terbuka, sejumlah persoalan strategis mencuat, terutama terkait kondisi infrastruktur desa.
Warga mengeluhkan akses jalan penghubung antar-kampung yang mengalami kerusakan cukup parah dan menyulitkan aktivitas ekonomi maupun mobilitas anak sekolah. Selain itu, masyarakat juga meminta peningkatan fasilitas pendidikan dasar, termasuk rehabilitasi ruang kelas dan penambahan sarana penunjang belajar.
Menanggapi hal tersebut, Ai Sri Mulyati menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang konstitusional bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
“Saya hadir di sini untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan dibawa ke DPRD untuk dibahas sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Selain infrastruktur dan pendidikan, warga juga menyoroti pentingnya program pemberdayaan perempuan serta penguatan ekonomi keluarga. Mereka berharap adanya pelatihan usaha mikro, pendampingan UMKM, hingga akses permodalan yang lebih terbuka bagi masyarakat desa.
Ai Sri Mulyati menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang terkumpul akan dirumuskan dalam laporan resmi hasil reses dan menjadi bahan pembahasan dalam rapat komisi maupun forum anggaran DPRD.
“Hasil reses ini akan menjadi bahan penting dalam menentukan prioritas usulan pembangunan, baik pada APBD murni maupun perubahan Tahun Anggaran 2026. Kita ingin pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Warga berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti pada pencatatan, melainkan dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah yang konkret.

