Hariansukabumi.com – Gelombang perlawanan terhadap pelecehan profesi jurnalis di Sukabumi semakin menguat. Setelah laporan resmi disampaikan ke Polsek Ciracap, Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Sukabumi Raya mengangkat suara dengan tegas dalam wawancara khusus awak media pada Jumat (26/03/2026).
Ketua DPC PWRI Sukabumi Raya Rizal Pane” menegaskan bahwa penghinaan yang dilakukan melalui akun Facebook Rere Said Subakti bukan hanya serangan pribadi, melainkan upaya pembunuhan karakter terhadap seluruh insan pers yang dilindungi oleh UU Pers.
“Kami mengutuk keras pernyataan tersebut! Wartawan bekerja di bawah payung hukum, sebagai mata dan telinga masyarakat. Mengatakan wartawan ‘Bodrex’ saat mereka mengkritisi tarif wisata Ujunggenteng adalah bukti ketidaktahuan hukum sekaligus arogansi yang membahayakan demokrasi di Sukabumi,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa PWRI akan mengawal kasus ini hingga tuntas untuk memberikan efek jera. “Jangan ada lagi pihak yang merasa kebal hukum dan dengan mudah menginjak-injak marwah profesi kami di media sosial,” ujarnya.
Kasus ini kini berada di bawah tinjauan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional dan UU ITE Revisi Kedua (UU No. 1 Tahun 2024). Beberapa pasal yang dapat menjerat pelaku antara lain Pasal 433 KUHP Baru (Pencemaran Nama Baik) dengan ancaman penjara maksimal 9 bulan, Pasal 439 KUHP Baru (Fitnah) untuk tuduhan yang tidak dapat dibuktikan, serta Pasal 27A UU ITE (Revisi 2024) dengan sanksi penjara maksimal 2 tahun dan/atau denda Rp300 juta.
Ketua DPC PWRI Sukabumi Raya juga menyampaikan tiga harapan utama: edukasi literasi digital agar masyarakat paham konsekuensi hukum penggunaan media sosial, transparansi dari pihak pengelola wisata Ujunggenteng terhadap kritik, serta sinergi profesional dari penegak hukum dalam memproses laporan ini.
“Pers adalah pilar keempat bangsa. Jika pilarnya digerogoti dengan fitnah dan penghinaan, maka runtuhlah keadilan bagi masyarakat kecil yang suaranya seringkali hanya bisa didengar melalui tulisan,” tutupnya.

