Hariansukabumi.com-Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ambruknya Jembatan Linggamanik akibat bencana alam yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari.
Jembatan penghubung Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Purabaya itu runtuh setelah diterpa derasnya luapan Sungai Cikurutug. Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 5,6 meter tersebut berada di ruas jalan kabupaten Bojongjengkol–Miramontana, tepatnya di Kampung Linggamanik, Desa Nangerang.
Ambruknya jembatan menyebabkan akses transportasi warga terputus total. Baik kendaraan maupun pejalan kaki untuk sementara tidak dapat melintasi jalur tersebut, sehingga aktivitas masyarakat terdampak cukup signifikan.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas PU kini tengah mempercepat proses penanganan. Sejumlah langkah awal telah dilakukan, termasuk koordinasi dengan Forkopimcam dan tim teknis guna memastikan proses pembangunan kembali berjalan optimal.
Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus menyusun kebutuhan teknis pembangunan jembatan agar pengerjaan dapat segera dilaksanakan sesuai perencanaan.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyampaikan bahwa pembangunan kembali Jembatan Linggamanik menjadi prioritas pemerintah daerah karena jalur tersebut memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat.
“Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami pastikan prosesnya dipercepat karena jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat dan menjadi kewenangan kabupaten untuk segera ditangani,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, pembiayaan akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan kepada Dinas PU sebagai pelaksana teknis. Saat ini tahapan perencanaan ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar satu minggu sebelum memasuki proses administrasi dan pengadaan.
Menurut Uus, setelah tahapan administrasi rampung, pekerjaan konstruksi diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan. Dengan skema tersebut, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua hingga dua setengah bulan.
“Kalau semua tahapan berjalan lancar, insyaallah dalam dua sampai dua setengah bulan jembatan ini sudah bisa kembali dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat. Kendaraan roda empat diarahkan melintas melalui jalur Penumbangan, sementara pejalan kaki dapat menggunakan jembatan gantung yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi akses sementara tersebut, terutama bagi anak-anak yang melintas tanpa pendampingan orang dewasa.
Sebelumnya, penanganan darurat di lokasi telah dilakukan oleh BPBD. Namun karena pembangunan jembatan membutuhkan proses konstruksi lanjutan, penanganannya kemudian dilimpahkan kepada Dinas PU Kabupaten Sukabumi.
Dengan percepatan yang tengah dilakukan, Jembatan Linggamanik diharapkan dapat segera kembali berfungsi sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Jampangtengah dan sekitarnya kembali berjalan normal.

