• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Sukabumi

Berkat Kesigapan Balawista, Pengunjung Selamat dari Banjir Bandang di Curug Cikaso

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Mei 23, 2026
in Sukabumi
0
Berkat Kesigapan Balawista, Pengunjung Selamat dari Banjir Bandang di Curug Cikaso
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com – Suasana yang semula tenang dan damai di kawasan wisata alam Curug Cikaso, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, berubah seketika menjadi momen yang menegangkan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, ketika banjir bandang datang secara tiba-tiba dan menghantam aliran sungai di bawah air terjun. Debit air yang sebelumnya tampak normal, mendadak membesar dengan cepat dan membawa arus yang sangat deras.

Jeritan ketakutan langsung terdengar dari sejumlah pengunjung yang sedang berada di sekitar lokasi curug saat itu. Arus air yang kuat sempat menyeret beberapa orang, namun berkat ketangkasan dan kesigapan petugas Balawista yang bertugas, serta bantuan dari warga sekitar dan sejumlah pesepeda yang kebetulan berada di lokasi, seluruh korban berhasil diselamatkan dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Di tengah gemuruh suara air yang kian membesar, proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi hingga situasi akhirnya dapat dikendalikan.

Menurut keterangan Gojali, petugas retribusi di lokasi wisata, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, kondisi aliran air di Curug Cikaso berjalan normal seperti hari-hari biasa. Bahkan, cuaca di sekitar lokasi wisata cerah dan tidak turun hujan sama sekali. Namun, ternyata curah hujan lebat terjadi di wilayah hulu, tepatnya di sekitar daerah Cinagen atau Jampangkulon yang menyebabkan aliran air di bagian bawah meluap secara tiba-tiba.

“Sebelum terjadi banjir kondisi Curug normal. Aliran airnya dalam kondisi bagus. Namun rupanya di hulu terjadi hujan lebat, di sekitar daerah Cinagen atau Jampangkulon turun hujan. Di sini tidak hujan,” ungkap Gojali kepada lingkarpena.id.

Ia menceritakan, sekitar pukul 13.00 WIB, empat orang pelajar putri dari salah satu SMK di Kecamatan Jampangkulon datang berkunjung ke lokasi tersebut. Tak lama kemudian, rombongan pesepeda juga tiba untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam di Curug Cikaso. Saat keempat pelajar itu hendak berfoto di area dekat curug, tiba-tiba air datang meluncur dengan sangat deras dan langsung menyeret dua orang di antaranya. Dua pelajar lainnya yang berada di posisi lebih aman langsung dilarikan ke tempat yang lebih tinggi oleh petugas Balawista.

“Sebelum kejadian saya mengingatkan Balawista agar berhati-hati, dan saya juga selalu mengingatkan pengunjung,” tambahnya.

Kondisi yang berubah secara mendadak itu membuat kepanikan melanda sejumlah pengunjung yang ada di lokasi. Air yang berwarna keruh bercampur dengan ranting pohon serta material lain meluncur deras dari arah hulu. Beberapa pengunjung berteriak meminta tolong, sementara petugas, warga, serta pengemudi perahu yang ada di lokasi langsung bergerak melakukan upaya penyelamatan secara bersama-sama.

Berkat kerja sama yang baik dan kecepatan bertindak, seluruh pengunjung yang sempat terseret arus berhasil diselamatkan dan dibawa ke tempat yang aman. Gojali juga menjelaskan bahwa jumlah pengunjung saat kejadian tidak terlalu banyak. Selain keempat pelajar tersebut, terdapat dua orang wisatawan lain yang kebetulan berada di zona aman sehingga tidak terkena dampak langsung dari banjir bandang tersebut.

“Hari itu di Curug Cikaso tidak banyak pengunjung. Selain keempat pelajar, ada dua orang turis di sana tetapi keduanya berada pada zona aman. Alhamdulillah para pesepeda pun turut memberikan bantuan saat itu termasuk Balawista,” pungkas Gojali.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi setiap wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke kawasan wisata alam, terutama pada musim cuaca yang sering berubah-ubah. Banjir bandang bisa saja datang secara tiba-tiba meskipun kondisi cuaca di lokasi terlihat cerah dan aman, karena curah hujan yang tinggi bisa saja terjadi di wilayah hulu yang jauh dari lokasi wisata.

Previous Post

Wabup Sukabumi Apresiasi Pentas Seni Budaya yang Hadirkan Layanan untuk Masyarakat

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.