Hariansukabumi.com JAKARTA, — Dugaan skandal korupsi dan konspirasi tingkat tinggi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dinilai belum menyentuh aktor utama. Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, mengungkapkan bahwa posisi Febrie dalam konstruksi perkara ini bukanlah sebagai aktor intelektual (intelektual deader), melainkan hanya sebatas koordinator
Dalam program Rakyat Bersuara di iNews, 5/8/2026 Yudi membeberkan bahwa ada figur yang jauh lebih berkuasa di atas posisi Febrie yang memegang kendali atas kasus tersebut. Menurutnya, konstruksi tindak pidana korupsi skala besar umumnya melibatkan tiga tingkatan pelaku: aktor intelektual di puncak, koordinator yang menjembatani perintah, dan eksekutor di lapangan
“Febrie itu bukanlah intelektual deader, ada lagi di atasnya yang pasti lebih berkuasa dari dia. Dia itu justru koordinator yang menyambungkan keinginan dari aktor intelektual Kalau kasus besar ini dibongkar secara tuntas, ada banyak pejabat populer yang bisa ikut terseret masuk penjara,” ujar Yudi
Di sisi lain, Direktur Tata Kelola Lembaga Kode Inisiatif, Zaenur Rohman, menilai penanganan kasus yang kini diserahkan kembali kepada internal Kejaksaan rawan menimbulkan konflik kepentingan akibat doktrin eens en ondeelbaar (Kejaksaan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan. Ia mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil sikap tegas dengan mengalihkan pengusutannya ke lembaga independen seperti KPK serta merombak total jajaran pimpinan aparat penegak hukum
Desakan ini diperkuat oleh relawan dan pendukung pemerintah yang meminta Presiden tidak ragu mencopot pejabat yang bermasalah demi menjaga keabsahan penegakan hukum Publik kini menantikan langkah kongkret dan gebrakan besar dari Presiden Prabowo sebelum pertengahan Agustus untuk menuntaskan konspirasi yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan tersebut
Tonton selengkapnya di:

