Hariansukabumi.com- SIMPENAN, SUKABUMI — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani kerusakan tebing jalan yang longsor di ruas strategis Kiaradua–Simpenan. Langkah darurat ini diambil untuk mencegah putusnya akses utama penopang konektivitas dan distribusi logistik masyarakat dari wilayah perkotaan menuju kawasan pesisir Selatan Sukabumi.
Longsoran sepanjang kurang lebih 15 meter tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi Selatan dalam beberapa hari terakhir. Pengikisan tanah di bawah badan jalan mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas, terutama kendaraan bermuatan berat.
Menanggapi kondisi kritis di lapangan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PU Wilayah IV Palabuhanratu langsung menurunkan tim teknis beserta alat berat ekskavator untuk memersihkan material tanah serta menstabilkan fondasi badan jalan.
Kepala UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, menegaskan bahwa penanganan di titik longsoran ini berfokus pada pemasangan konstruksi bronjong batu belah sebagai penahan tanah darurat sebelum dilakukan rekonstruksi permanen.
“Kondisi tanah di lokasi memang sangat labil akibat gerusan air hujan. Hari ini kami memfokuskan pengerjaan pada pembersihan material longsoran dan pemasangan bronjong kawat bertingkat. Langkah ini vital agar struktur tanah tidak terus tergerus dan badan jalan di atasnya tidak amblas,” kata Edi Mulyadi di sela-sela memimpin penanganan teknis di lokasi kejadian, Rabu (22/7/2026).
Edi menjelaskan, pemasangan bronjong batu belah dirancang sepanjang 20 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter. Konstruksi ini dipilih karena sifatnya yang fleksibel namun tangguh dalam menahan tekanan tanah serta memiliki pori-pori yang mampu meloloskan resapan air tanpa merusak struktur utama penahan.
Selain pemasangan dinding penahan tanah, Dinas PU juga melakukan perbaikan pada saluran drainase di sekitar titik longsoran. Saluran pembuangan air diperlebar dan dibersihkan dari sumbatan agar aliran air hujan tidak meluap serta mengikis bahu jalan.
Guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses pengerjaan penanganan darurat berlangsung, Dinas PU berkoordinasi dengan Polsek Simpenan dan Petugas Dinas Perhubungan untuk memberlakukan sistem buka-tutup kendaraan secara bergantian.
“Kami mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan roda empat atau angkutan barang, untuk berhati-hati dan menurunkan kecepatan saat melintasi jalur Kiaradua–Simpenan. Petugas kami di lapangan terus bersiaga agar pengerjaan bronjong selesai tepat waktu dan jalur kembali aman dilalui secara normal,” pungkasnya.
Penanganan darurat tebing jalan ini ditargetkan rampung secara penuh dalam waktu lima hari ke depan, sebelum nantinya diusulkan dalam alokasi peningkatan jalan permanen pada anggaran perubahan mendatang.

