Hariansukabumi.com-MAUMERE — Dampak guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu subuh (15/8/2026) pukul 04.58 WIB mulai memicu jatuhnya korban jiwa dan kerusakan fisik. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merilis data awal evakuasi pascagempa dangkal berkedalaman 10 kilometer tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fatur, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat dan evakuasi langsung dikerahkan tak lama setelah guncangan utama terjadi di sejumlah kabupaten terdampak, seperti Kabupaten Sikka, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, hingga Manggarai.
Dalam operasi awal di wilayah Pelabuhan Elsa, Kabupaten Sikka, tim SAR gabungan berhasil memproses evakuasi terhadap tiga orang korban reruntuhan bangunan. Dari tiga orang tersebut, dua korban berhasil diselamatkan dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Seluruh korban selamat langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai, laporan lapangan dari kepolisian mengonfirmasi adanya tiga warga yang hingga saat ini masih tertimbun reruntuhan bangunan. Tim SAR dan petugas gabungan terus mengupayakan evakuasi di titik lokasi reruntuhan.
Selain penanganan korban reruntuhan, Basarnas bersama BPBD setempat menginstruksikan warga di kawasan pesisir jalur utara NTT untuk segera melakukan evakuasi mandiri menuju area daratan yang lebih tinggi.
Mengenai potensi ancaman bahari, pantauan visual dan koordinasi di lapangan menunjukkan terjadinya penurunan atau surut air laut pascagempa, namun dalam skala kecil dan tidak berpotensi tsunami besar.
Masyarakat di seluruh wilayah terdampak diimbau untuk tidak beraktivitas di sekitar bibir pantai serta tetap mewaspadai potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi. Basarnas terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan menyiagakan personel evakuasi di titik-titik rawan.
Sumber: Siaran CNN Indonesia (Basarnas: Ada 3 Orang Tertimbun di Kabupaten Manggarai Usai Gempa Melanda)
Selengkapnya:

