Hariansukabumi.com-BERASTAGI — Sebanyak 325 pelajar dan sejumlah guru di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendadak mengalami gejala diduga keracunan massal usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (15/8/2026).
Ratusan pelajar yang berasal dari tiga sekolah berbeda tersebut mengeluhkan mual, muntah, serta lemas hingga harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di sejumlah rumah sakit daerah setempat.
Bupati Karo, Antonius Ginting, memastikan seluruh korban dalam kondisi stabil dan langsung mendapat penanganan dari tim medis. Kendati demikian, pihak pemerintah daerah memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sebagian siswa baru merasakan gejala keracunan setelah kembali ke rumah masing-masing.
“Seluruh biaya perawatan anak-anak dan guru yang menjadi korban dipastikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tegas Antonius Ginting.
Menanggapi insiden keracunan massal tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian tersebut.
Sebagai langkah tegas, BGN langsung menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian. Selain menutup dan menyegel operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pengelola hidangan tersebut, BGN juga resmi mencopot jabatan kepala dapur SPPG yang bertanggung jawab.
Hingga saat ini, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diambil untuk menjalani uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut.
Sumber: Siaran SINDOnews (Sindo Malam: Keracunan Massal MBG! 325 Siswa Tumbang)
Selengkapnya:
