• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Sukabumi

Perang Teknologi Memanas! AS Ultimatum Puluhan Negara: Pilih AI Amerika atau China

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Agustus 16, 2026
in Sukabumi
0
Perang Teknologi Memanas! AS Ultimatum Puluhan Negara: Pilih AI Amerika atau China
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com— Persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) antara Amerika Serikat dan China memasuki babak baru yang kian memanas. Pemerintah Amerika Serikat berencana mendesak puluhan negara untuk menentukan sikap dengan bergabung ke koalisi AI bentukan Washington atau berpihak pada Beijing. Peringatan keras ini menegaskan bahwa negara manapun yang bergabung dengan kerangka kerja AI bentukan China berisiko dikeluarkan dari koalisi AI pimpinan AS.

 

Langkah tegas tersebut tertuang dalam draf surat internal Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang ditujukan kepada 35 negara penandatangan AI Opportunity Statement, termasuk anggota kerangka kerja Pact Silica. Inisiatif Pact Silica sendiri diluncurkan AS sejak tahun lalu guna mengamankan rantai pasok model AI, semikonduktor, hingga mineral kritis. Hingga kini, sekitar dua lusin negara telah bergabung, di antaranya Jepang, Australia, Korea Selatan, dan Kazakhstan.

 

Posisi Kazakhstan kini menjadi sorotan utama karena tercatat sebagai satu-satunya negara yang bergabung dalam kedua inisiatif bersaing tersebut. Selain masuk dalam Pact Silica, Kazakhstan juga bergabung dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization yang diprakarsai Presiden China Xi Jinping untuk mempromosikan teknologi AI open-weight sebagai tandingan dominasi industri AS.

 

Melalui draf surat tersebut, pejabat AS mempertegas bahwa keterlibatan dalam Pact Silica merupakan bentuk komitmen penuh yang tidak dapat berjalan berdampingan dengan inisiatif China. Washington menilai sulit bagi suatu negara untuk dianggap sebagai mitra terpercaya dalam ekosistem teknologi jika mendukung dua visi yang saling bertentangan pada saat bersamaan.

 

Sumber: tvOnenewscom (Program: OneNews Update) : 16 Agustus 2026

Selengkapnya:

Previous Post

Gita Wirjawan Ungkap Ancaman Brain Drain, Ilmuwan dan Talenta Terbaik Indonesia Pilih Berkarier di Luar Negeri

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.