Hariansukabumi.com-Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan semakin meluas dan mencapai level darurat. Selain memicu peningkatan drastis kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga melumpuhkan aktivitas warga lokal, kabut asap pekat kini dilaporkan telah menyeberang ke wilayah Sarawak, Malaysia.
Akibat sebaran asap lintas batas (cross-border haze) tersebut, indeks kualitas udara di Sarawak memburuk hingga kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat. Otoritas setempat bahkan terpaksa menutup sementara sedikitnya 600 sekolah demi melindungi kesehatan para siswa.
Menanggapi situasi krusial ini, Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak Pemerintah Indonesia untuk menuntaskan penanganan Karhutla secara cepat dan terukur agar negara tetangga tidak kembali melayangkan nota keberatan diplomatik.
Merespons kondisi darurat tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan Barat pada Sabtu (22/8/2026). Presiden memimpin langsung rapat koordinasi bersama 8 pimpinan kementerian/lembaga serta 10 kepala daerah di Pontianak, dilanjutkan dengan meninjau lokasi kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya.
Dalam instruksinya, Presiden Prabowo menugaskan jajaran TNI dan Polri untuk mengerahkan seluruh daya dalam mengendalikan titik api, sekaligus menindak tegas para pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi.
“Bila ditemukan pelanggaran pidana yang menyebabkan kebakaran, harus ditindak tegas, baik perorangan maupun korporasi. Saat ini dilaporkan ada empat korporasi yang sedang dalam proses penyelidikan,” tegas Presiden. Pihak pemerintah menegaskan akan mencabut izin usaha korporasi yang terbukti bersalah, sementara pelaku perorangan terancam hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara.
Berdasarkan data Badan Pendeteksian dan Pengendalian Bencana, Kalimantan Barat mencatatkan luas karhutla terbesar melebihi 28.700 hektar, disusul Kalimantan Selatan (3.400 hektar) dan Kalimantan Tengah (2.300 hektar). Di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Indeks Kualitas Udara (AQI) sempat menembus angka 487 atau masuk dalam kategori sangat berbahaya.
Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mencatat akumulasi kasus ISPA dari Januari hingga pertengahan Agustus 2026 telah menembus angka 70.407 kasus, dengan penderita terbanyak didominasi oleh anak-anak. Pihak Dinkes mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan wajib menggunakan masker.
Di lapangan, belasan ribu personel gabungan TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus berjibaku memadamkan api melalui jalur darat maupun operasi pemandangan udara (water bombing).
Video selengkapnya dapat disaksikan di YouTube Official iNews.
