HARIANSUKABUMI.COM – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya beberapa tahun lalu yang menyebutkan bahwa ia akan membubarkan NasDem jika ada kader yang terlibat dalam kasus korupsi.
Klarifikasi ini datang setelah beberapa kader NasDem seperti mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate serta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terjerat dugaan korupsi.
Surya Paloh menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut memiliki makna yang berbeda dari yang dipahami sebelumnya. Ia mengatakan, “Enggak demikian meaningnya. Enggak ada yang lebih tolol dari ketum partai yang mengatakan kalau ada kader partai yang korupsi partai dibubarkan, bodoh dia.”
Paloh menegaskan bahwa pernyataannya sebelumnya dimaksudkan untuk menekankan semangat antikorupsi yang diusung oleh NasDem. Ia berharap agar kader NasDem tidak terlibat dalam tindakan korupsi. “Makna sesungguhnya bukan begitu.
Baca juga : “Kasus Kontroversial: Putra Anggota DPR RI Terlibat dalam Penganiayaan Hingga Tewas”
Spirit, semangat kita untuk antikorupsi enggak ada artinya kita ini kalau kader kita hanya bisa melakukan perbuatan-perbuatan tercela. Untuk apa kita punya institusi seperti ini?” ujarnya.
Meskipun demikian, Paloh juga menyadari bahwa tidak ada yang dapat menjamin bahwa kader partai tidak akan terlibat dalam perbuatan tercela.
Terutama jika kader tersebut merupakan penyusup dalam partai. “Ada kader partai, siapa menjamin kader partai itu, penyusup bisa masuk jadi kader partai kita hari ini. Pun melakukan tindakan tercela,” tambahnya.
Ia kemudian mengoreksi pernyataannya yang sebelumnya menyiratkan bahwa NasDem akan dibubarkan jika ada satu atau dua kader yang terlibat dalam korupsi.
“Pada anak-anak negeri ini yang datang dengan penuh cita-cita, idealisme, pengabdian, berjuang bersama dalam satu partai harus menjadi korban karena satu dua orang yang tidak tepat, itu tidak benar,” tegasnya.
Surya Paloh sebelumnya telah menerima laporan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang dikabarkan menjadi tersangka dalam kasus korupsi. Ia telah meminta SYL untuk menghadap Presiden Jokowi dan mengajukan pengunduran diri. Paloh berharap bahwa pengunduran diri tersebut akan membantu SYL untuk fokus menghadapi penyelidikan yang sedang berlangsung terhadapnya.
Baca juga : Jet Tempur AS Tembak Jatuh Drone Milik Turki di Suriah!
Editor : Aura Rahman