• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Sukabumi

Curah Hujan Tinggi & Pendangkalan Parah Sungai Cimarinjung: Air Meluap Rendam Jalan Provinsi dan Sawah Siap Panen

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Mei 24, 2026
in Sukabumi
0
Curah Hujan Tinggi & Pendangkalan Parah Sungai Cimarinjung: Air Meluap Rendam Jalan Provinsi dan Sawah Siap Panen
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Ciemas, mulai pukul 01.00 WIB hingga malam hari pada Minggu (24/5/2026), kembali memicu luapan air di Sungai Cimarinjung. Lokasi yang berada di perbatasan Desa Ciwaru dan Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas ini, menyaksikan air sungai naik hingga mencapai ketingian hingga lutut kaki orang dewasa di badan jalan provinsi jalur Geopark Ciletuh, disertai aliran lumpur pekat yang terbawa dari wilayah hulu.

Bukan hanya akses jalan yang terganggu, luapan air juga meluas ke area persawahan hingga merendam puluhan hektar lahan pertanian, serta menutup akses masuk menuju kawasan homestay Kampung Cimarinjung. Kondisi ini menjadi sangat memprihatinkan mengingat lahan yang terendam tersebut sebenarnya sudah siap untuk memasuki masa panen raya dalam waktu dekat.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan warga, kejadian ini bukan semata-mata akibat curah hujan yang tinggi, melainkan dampak nyata dari kondisi fisik sungai dan saluran irigasi yang sudah sangat memprihatinkan. Diduga kuat, pendangkalan yang terjadi secara masif membuat kapasitas tampung air sungai berkurang drastis, sehingga saat debit air meningkat, aliran tidak lagi tertampung dan langsung meluap ke pemukiman maupun lahan pertanian.

 

Ajid, warga Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru yang rumahnya juga ikut terendam, menyampaikan bahwa peristiwa banjir seperti ini sudah menjadi langganan setiap kali hujan dengan intensitas besar turun. Masalah menjadi semakin rumit apabila kejadian ini berbarengan dengan kondisi air laut pasang, di mana aliran air sungai terhambat dan justru mengalir balik masuk ke saluran irigasi hingga naik ke daratan.

 

“Pendangkalan di Sungai Cimarinjung ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama dan kondisinya makin parah setiap harinya karena terus menerima endapan lumpur yang terbawa dari hulu. Sejujurnya, kami berharap pemerintah sudah mengambil langkah penanganan berupa normalisasi sungai. Kalau dibiarkan terus, kapasitas sungai makin kecil dan pasti akan selalu meluap saat hujan lebat,” ungkap Ajid.

Ia juga menyoroti kondisi jaringan irigasi yang dinilai sudah tidak memadai. Saluran yang berukuran kecil dan dangkal tidak sanggup menampung aliran air dalam jumlah besar, sehingga air dengan mudah meluap ke jalan raya, masuk ke pekarangan rumah, dan membanjiri areal persawahan. Selain itu, keberadaan lumpur pekat yang ikut terbawa arus menjadi beban tambahan karena menyulitkan proses pemulihan lahan pasca banjir.

 

Ajid menyampaikan aspirasi warga secara terbuka dan konstruktif, meminta perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan tindakan nyata.

 

“Harapan kami sederhana namun sangat mendesak: segera lakukan pengerukan dasar Sungai Cimarinjung serta perluas dan perbaiki saluran irigasi yang ada. Langkah ini sangat diperlukan agar banjir tidak terus menjadi kejadian rutin yang merugikan kami,” tegasnya.

 

Akibat kejadian ini, kerugian materiil yang dialami para petani sangat besar, diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Padi yang sudah hampir matang hancur terendam air dan tertimbun lumpur, menghapus harapan panen yang sudah dinanti-nantikan.

 

Kejadian ini menjadi cermin penting bahwa penanganan ekosistem sungai dan infrastruktur pengairan tidak bisa ditunda lagi. Diperlukan langkah terencana dan berkelanjutan, mulai dari normalisasi, pemeliharaan rutin, hingga pengawasan daerah hulu, agar Sungai Cimarinjung dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Previous Post

Berkat Kesigapan Balawista, Pengunjung Selamat dari Banjir Bandang di Curug Cikaso

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.