Hariansukabumi.com-JAKARTA, 11 Agustus 2026 — Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mendesak pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan pergantian posisi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Menurutnya, pergantian kepemimpinan di tubuh Polri sudah mendesak demi menjaga profesionalisme lembaga serta mempercepat proses reformasi kepolisian.
Pernyataan tersebut disampaikan Ray Rangkuti dalam wawancara di program podcast #SPEAKUP yang dipandu oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
Dalam diskusi tersebut, Ray menyampaikan setidaknya 10 alasan mendasar mengapa kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo perlu dievaluasi. Salah satu sorotan utama adalah ketegangan antar-institusi penegak hukum yang dipicu oleh proses hukum terhadap mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.
Selain isu penegakan hukum, Ray juga menyoroti keterlibatan anggota Polri dalam penanganan program-program di luar tugas dan fungsi pokok kepolisian (tupoksi), seperti keterlibatan langsung dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pertanian jagung. Langkah tersebut dinilai mengalihkan fokus kepolisian dari penanganan berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti perjudian daring (judi online), maraknya aksi begal, hingga tindak pidana korupsi di internal lembaga.
“Polisi harus dikembalikan pada fungsi dasarnya, yaitu menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum secara profesional. Tugas seperti pengelolaan makanan atau pertanian sebaiknya diserahkan kepada sektor profesional dan tenaga kerja terlatih lainnya,” ujar Ray Rangkuti.
Lebih lanjut, Ray menyinggung persoalan regenerasi di tubuh Polri akibat masa jabatan Kapolri yang kini berjalan lebih dari 5 tahun 6 bulan. Kondisi tersebut, kata Ray, berdampak pada menumpuknya perwira tinggi dan perwira menengah yang tidak mendapatkan posisi jabatan ideal di internal kepolisian, sehingga banyak di antaranya yang akhirnya menduduki jabatan-jabatan sipil di luar institusi Polri.
Berita ini disusun berdasarkan tayangan wawancara dalam program #SPEAKUP bertajuk “Ray Rangkuti: Pro Kontra Pergantian Kapolri Pasca Kasus Febrie” yang dipublikasikan oleh kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Selasa, 11 Agustus 2026.

