• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Business

Dengan Tambak Udang, Pendapatan Masyarakat Cidaun, Cianjur Meningkat Tiga Puluh Kali lipat

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
September 20, 2021
in Business, Jawa Barat, Nasional
0
Dengan Tambak Udang, Pendapatan Masyarakat Cidaun, Cianjur Meningkat Tiga Puluh Kali lipat
0
SHARES
244
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com- Kementrian KKP dalam siaran persnya menyebutkan, klaster tambak udang vaname yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Cidaun, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat menunjukkan produktivitas memuaskan. Sepanjang tahun ini, tambak sudah dua kali panen dan seluruh hasilnya langsung diserap oleh pasar.

“Produktivitas tambak di sini cukup bagus. Dan pada panen parsial hari ini ada sekitar 5 ton yang dihasilkan. Udang size 80 dengan harga jual Rp60 ribuan per kilogram, berarti sekitar Rp 300 juta nilainya,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu saat meninjau tambak, Sabtu (18/9/2021).

Tambak Udang di Cidaun, Cianjur

Klaster tambak udang vaname di Cidaun terdiri dari 15 kolam produksi, tiga tandon dan satu kolam IPAL. Tambak ini mulai beroperasi akhir tahun lalu dan total panen pada siklus pertama mencapai kurang lebih 32 ton. Sementara panen kali ini merupakan panen parsial pertama di siklus kedua.

Tb Haeru menjelaskan, hasil panen total pada siklus kedua ini diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari hasil panen total siklus sebelumnya, lantaran jumlah benur serta padat tebarnya terbilang sama.

Menurut Tebe, yang menjadi tolok ukur produktivitas tidak hanya kuantitas udang yang dihasilkan tapi juga keberlanjutan produksi udang melalui tambak yang sudah dibangun Pemerintah. Serta peningkatan pemahaman masyarakat pengelola dalam budidaya udang yang baik dan ramah lingkungan.

Klaster tambak udang bikinan KKP dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mandiri yang sebelumnya menekuni kegiatan bercocok tanam. Lahan tambak dulunya merupakan area pertanian palawija yang sudah tidak berproduksi.

“Pelan-pelan saja dulu, jangan langsung dipaksa tinggi padat tebarnya. Yang penting berkesinambungan dan masyarakatnya paham dulu cara budidaya yang baik. Pelan-pelan yang penting produktif,” ujar Tebe.

Menurut Tebe, kelestarian ekosistem menjadi kunci usaha budidaya yang dilakoni dapat berjalan berkesinambungan. “Ini sudah ada IPAL bagus,” tegas Tebe.

Sementara itu penanggungjawab tambak, Ahmad Hidayat mengakui keberadaan klaster tambak udang vaname bantuan dari KKP membawa dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar. Penghasilan yang diperoleh anggota aktif meningkat hingga tiga puluh kali lipat dari yang tadinya di angka Rp800 ribu per tahun.

“Saat pandemi seperti sekarang mata pencaharian susah, namun dengan adanya tambak ini kita masih punya mata pencaharian,” papar Ahmad.

Pembangunan klaster tambak ini merupakan wujud kehadiran Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong peningkatan produktivitas udang nasional.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan udang termasuk komoditas perikanan yang tengah digenjot produktivitasnya untuk memenuhi target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, ada tiga strategi yang diusung KKP mulai dari evaluasi, revitalisasi salah satunya melalui program klaster tambak, hingga pembangunan tambak udang terintegrasi.

Menteri Trenggono juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dalam mengelola sektor kelautan dan perikanan, termasuk dalam mengelola tambak udang di Indonesia.

-red-

Previous Post

Kemacetan Parah Terjadi Dijalur Sukabumi-Cigombong, Pemuda Ini Beri Solusi yang Mencengangkan

Next Post

Stafsus Presiden Luncurkan Program Petani Milenial di Tambrauw

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Stafsus Presiden Luncurkan Program Petani Milenial di Tambrauw

Stafsus Presiden Luncurkan Program Petani Milenial di Tambrauw

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.