• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Jembatan Pelangi Roboh, Warga Gunakan Rakit Buatan Bah Iyeh Sebrangi Sungai Cimandiri

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Januari 13, 2022
in Berita Desa, Sukabumi
0
Jembatan Pelangi Roboh, Warga Gunakan Rakit Buatan Bah Iyeh Sebrangi Sungai Cimandiri
0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

HARIANSUKABUMI.COM– Warga Kampung Cibuntu, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, harus rela menggunakan rakit buatan Bah Iyeh (55), saat menyebrangi sungai Cimandiri untuk beraktivitas.

Pasalnya, jembatan pelangi yang menghubungkan Desa Cibuntu dan Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu tersebut di terjang derasnya air sungai Cimandiri pada Selasa (9/11/2021) lalu.

Bah Iyeh mengatakan, rakit sengaja dibuat untuk membantu mempermudah dan mempersingkat waktu tempuh warga saat akan melakukan aktivitas berkebun ataupun ke Pasar Citarik.

“Ya, ini sebagai alat transportasi warga menyebrang sungai. Ini operasi sudah 3 bulan pasca jembatan pelangi roboh,” ujar Bah Iyeh, kepada hariansukabumi.com, Kamis (13/1/2022).

Bah Iyeh mengaku dalam satu hari kurang lebih sebanyak 50 orang warga Cibuntu menggunakan rakit untuk menyebrang sungai Cimandiri tersebut, karena bisa memangkas waktu tempuh saat akan pergi ke kebun ataupun ke Pasar Citarik.

“Kalau mau nyebrang pakai rakit ini, kita gak patok harga. Ada yang ngasih Rp 4 ribu ada juga Rp 5 ribu pulang pergi. Terus kalau lewat sini kan dekat, misalnya kalau lewat sini cukup Rp 10 ribu tapi kalau lewat sana (Jalan Raya Cibuntu-Cidadap) bisa sampai Rp 50 ribu,” terangnya.

Menurutnya, dirinya berinisiatif membuat rakit dari bambu tersebut untuk membantu warga dengan biaya sendiri, dengan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 3 juta.

“Ini penghubung Desa Cibuntu sama Desa Tonjong, Desa Bojonggaling juga bisa. Rakit dioperasikan setiap harinya mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” pungkasnya.

Reporter : Edo
Editor      : Hergon

Previous Post

Dua Pelaku Pencurian Sepeda Motor Berhasil Diamankan Polisi

Next Post

Percepat Vaksinasi, Kapolres Sukabumi Terus Pantau Giat Vaksinasi Anak

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Percepat Vaksinasi, Kapolres Sukabumi Terus Pantau Giat Vaksinasi Anak

Percepat Vaksinasi, Kapolres Sukabumi Terus Pantau Giat Vaksinasi Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.