Hariansukabumi.com- Isu Jokowi tiga priode atau perpanjang masa jabatan tersebut mendapat tanggapan dari salah seorang warga Palabuhanratu Sukabumi yaitu yang akrab disapa Ruslan Raya Mata Sosial.
Ruslan Raya sosok yang kalem dan nyantai serta cuek dimana pengakuan dirinya sering mengalami banyak hal Dejavu.
Bahkan, Pria yang pernah berkelana atau lelaku jalan kaki selama kurang lebih 2 tahun di Pulau Jawa ini mengemukakan pendapatnya. Bahwa Jokowi sangat besar kemungkinannnya banyak didorong oleh sebagain warga masyarakat Indonesia untuk menjabat presiden kembali.
“Jokowi bisa saja banyak yang dorong untuk 3 priode atau diperpanjang jabatannya. Tapi ini terawangan saya pribadi ya haha ya anggap aja terawangan. Ini sudah saya sampaikan tahun lalu ke salah satu kawan saya. Hal in bukan berdasarkan riset atau survei. Piur murni ini dari olah batin saya pribadi. Jokowi pasti banyak didorong oleh sebagian warga masyarakat Indonesia. Itu yang saya bisa lihat,” uangkapnya saat ditanya awak media.
Lanjutnya, namun disamping itu, kekuatan yang tak kalah besar juga akan lahir dari sebagain warga masyarakat Indonesia agar jokowi tidak tiga priode atau diperpanjang jabatannya dan bahkan sekarang pun kalau bisa banyak yang berharap jokowi lengser seperti bisa dibaca dberita dari https://www.google.com/amp/s/news.detik.com/berita/d-5553453/ jokowi-digugat-untuk-mundur-ksp-minta-tpua-belajar-hukum/amp.
Masih kata Ruslan Raya, Kekuatan terbesar Jokowi yang sekarang masih bertahan dan akan diusung jadi tiga priode atau diperpanjang jabatannya adalah adanya semacan kekuatan yang tak kasat mata. Kalau diumpakan seperti sebuah sistem yang tidak dioprasikan oleh manusia biasa.
“Semacam titah raja yang ada dalam sistem tersebut, saya melihatnya Jokowi seperti dikelilingi oleh orang-orang kerjaan jaman dahulu kaya di filam-film gitu. Ingat ya ini terawangan saya pribadi saja tidak ada sangkut paut dengan survei atau riset ilmiah, ” jelasnya.
Ruslan Raya menegaskan bahwa itu hanya berdasarkan “Penglihatannya” saja.
Lebih lanjut lagi, Ruslan Raya menjelaskan, dulu dirinya dengan kawan-kawannya yang lelaku atau berkelana atau diperjalanan banyak yang nanya saat Jokowi dicalonkan Presiden RI pertamakalinya. Bahwa Jokowi bisa 2 Priode dan bahkan 3 priode.
Kegiatan berkelana atau lelaku di pulau jawa itu kaya semacam tradisi atau kebiasaan bagi orang-orang tertentu.
Coba lihat di Jawa Tengah atau Jawa Timur orang-orang dari berbagai daerah baik dari pesantren atau paguron-paguron atau masyarakat umum lainnya banyak yang berkelana atau lelaku. Tidak sedikit juga banyak yang berkumpul di jawa barat.
“Saat itu, kita kalau lagi singgah di satu tempat sering banyak yang nanya, Jokowi menang atau tidak (saat pemilihan pertama), ya kami jawab menang dan bahkan 2 priode. Kemungkinan besar juga bisa 3 priode atau bahkan seperti sistem kerjaan nantinya,” jelasnya.
Lebih dalam lagi Ruslan Raya menjelaskan, bahwa menurut penglihatannya masih ada tugas Jokowi yang belum selesai dalam versi lain.
Ruslan Raya juga menekan kan lagi, kalau tugas Negara atau Pemerintahan dirinya tidak komentar. Namun apa yang dimaksud tugas versi lain adalah Jokowi kelihatannya ada amanah yang harus diselesaikan.
“Apalagi kalau mampu mengubah nama pulau seperti dulu. Dulu kan ada Sunda Besar dan Sunda Kecil. Seandainya itu dikembalikan seperti dulu, saya meyakini ada sebuah tatanan baru bagi Nusantara ini,” bebernya.
Ruslan juga menjelaskan kemungkinan kepala daerah juga bisa lebih dari 2 priode.
“Kemungkinan Jokowi tiga priode, kepala daerah pun bisa ada yang tiga priode. Soal Presiden Tiga Priode Pastinya harus amandemem itu ya,” ungkapnya.
Ruslan Raya menambahkan lagi, bahwa semua kembali pada individu warga masyarakat Indonesia itu sendiri.
“Pilhan ada di warga masyarakat itu sendiri tentunya,” terangnya.
Yang pasti, bagi Ruslan Raya, siapapun pemimpinnya atau presidennya kalau kita tidak terus memperbaiki diri sendiri sama aja.
“Jadi harus mulai dari diri sendiri segala sesuatunya agar kita bisa lebih baik dan bermanfaat. Kalau sekedar memuji dan mencela siapapun pasti bisa,” terangnya.
Dirinya menambahkan kalau berbicara fakta dan data itu bagian orang-oranag profesional dibidangnya dan mumpuni dibidangnya.
Ketika ditanya apakah dirinya mendukung Jokowi untuk diperpanjang jabatannya, Ruslan Raya menjawab lebih baik ikuti aturan.
“Jokowi itu orang baik, saya yakin Jokowi konsisten dengan aturan ini (Terkait masalah batas waktu jabatan presiden). Namun begitu namanya juga aturan ya pasti bisa dirubah dengan segala tata cara perubahannya,” ujarnya.
Ruslan Raya pun memyebutkan, Moeldoko, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Bu Risma, Prabowo, Ridwan Kamil, bisa bersaing ketat nanti, atau mungkin putranya Jokowi juga bisa muncul, Prediksi saya sih kayanya masih dari Jawa Tengah yang akan jadi presiden.
“Tinggal tanya aja warga Masyarakat Indonesia Jokowi mau diperpanjang atau tidak? Siapa tahu mamang benar suara Rakyat adalah suara Tuhan,” jelasnya lagi.
Ruslan Raya pun berulangkali menyampaikan, sangat besar kemungkinan untuk Jokowi diperpanjang jabatannya atau pemilu Diundur.
“Yang lebih serius itu sekarang hindari dan waspadai kejahatan-kejahatan yang dilakukan oknum-oknum terutama yang berkedok jubah agama. Bisa saja itu ada disekitar kita, Oknum-oknum tersebut bisa saja menebar fitnah, menebar hasat dan hasut, menebar kebencian, ‘memperkosa’ Hak-Hak orang lain,” kalau tidak berkedok jubah agama kita bisa lihat kasat mata, kalau sudah berkedok agama lebih banyaknya pasti ‘kecolongan’ kita,” bebernya.
“Kalau Jokowi diperpanjang atau diundur pemilunya, itu kembali ke rakyat milihnya bagaimana? Hemat Mata Sosial Kalau bicara atauran ya Konstitusional lah,” pungkasnya.
Red

