HARIANSUKABUMI.COM – Puan Maharani, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, menyampaikan sindiran tajam terhadap seorang ‘saudara’ yang tampaknya telah berpaling. Saudara tersebut sebelumnya dianggap sebagai bagian integral dari PDIP.
Dalam sebuah acara konsolidasi relawan yang dihadiri oleh pendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Grand City Surabaya, Jawa Timur, Puan mengungkapkan ketidakpengertiannya terhadap perubahan ini dalam situasi politik saat ini.
“Kita ini bisanya berpikir keras, apa iya situasi politik seperti ini? apa iya teman yang selama ini bersama kita, saudara yang selama ini bersama kita, keluarga yang selama ini bersama kita, kok bisa nggak sama kita lagi?!” kata Puan dengan nada heran.
Puan awalnya masih mempertahankan keyakinan bahwa saudara tersebut masih berada di kubu PDIP, namun, realitas berkata lain. Terjadilah perubahan yang membuatnya bingung.
“Namun kemudian pikiran kita mengatakan, ‘loh tapi kok terus-terusan begini? iya nggak yah (berubah)? Ternyata iya,” ujarnya dengan ekspresi kebingungannya.
Meskipun saudara tersebut telah memilih untuk meninggalkan partai yang selama ini menjadi rumahnya, PDIP tetap solid dan semangat dalam upaya memenangkan Ganjar dalam Pilpres 2024.
Baca juga : Gibran Rakabuming Raka Menerima Keputusan Golkar sebagai Calon Wakil Presiden Prabowo
“Kalau memang saudara, keluarga, dan teman kita tidak bersama kita, bukan berarti kita gamang hati, kita berubah, kita takut. Kita berani lawan! Tetap semangat memenangkan Ganjar-Mahfud, tidak akan berubah,” tegas Puan.
Puan menekankan pada keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi dinamika politik yang mungkin membawa keraguan. Ia merasa bahwa keraguan ini adalah hal yang wajar dalam memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden.
“Sebagai manusia kita tentu kemudian kadang kala suka galau, kok di sebelah sana sepertinya lebih banyak partai-partai yang mendukung, kok di sebelah sana sepertinya setiap pertemuan selalu ramai,” ujarnya.
“Sebagai manusia kadang-kadang kita berpikir apakah kalau kemudian kita tidak didukung kekuasaan, kita akan menang? banyak sekali pikiran yang berkecamuk di pikiran. Saya pun berpikir seperti itu. Itu manusiawi, itu wajar sebagai manusia yang tidak sempurna,” lanjut Puan.
Baca juga : Ketum PBNU Ajak Para Santri Berjuang dalam Membangun Negeri
Meski ada keraguan akibat dinamika politik yang berubah-ubah, Puan selalu mendorong dirinya sendiri untuk berpikir dengan jernih, meskipun dalam hatinya mungkin ada gejolak. Dan demikian, putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini mendorong pendukung Ganjar-Mahfud untuk melakukan hal yang sama.
“Pikiran kita harus jernih bahwa kita meyakini apa yang kita dukung, apa yang kita bantu, apa yang kita perjuangkan adalah untuk masa depan Indonesia ke depan. Jadi jangan pernah ragu, jangan pernah mundur,” tutur Puan dengan semangat.
Editor : Aura Rahman