Hariansukabumi.com-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Korupsi Daerah yang diselenggarakan oleh KPK RI secara daring dari Pendopo pada Rabu, 20 Maret 2024.
Rakornas ini sekaligus menjadi momen peluncuran Monitoring Center for Prevention (MCP) tahun 2024. Sekda didampingi oleh Inspektur Inspektorat Kabupaten Sukabumi beserta kepala perangkat daerah terkait lainnya.
MCP merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KPK RI untuk memonitor capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan.
Pimpinan KPK RI, Alexander Marwata, menjelaskan bahwa MCP memiliki delapan sektor intervensi, yaitu:
- Perencanaan
- Penganggaran
- Pelayanan publik
- Pengadaan barang dan jasa
- Pengawasan APIP
- Manajemen ASN
- Pengelolaan barang milik daerah
- Optimalisasi pajak daerah
Setiap sektor intervensi memiliki indikator dan sub indikator yang digunakan untuk menilai kinerja pencegahan korupsi di daerah.
Melalui MCP, KPK RI ingin memperbaiki tata kelola pemerintah di daerah dan memetakan titik rawan korupsi.
“MCP ini bukan sekadar untuk memetakan titik rawan korupsi, tetapi juga untuk memfasilitasi dan membantu daerah memperbaiki titik rawan tersebut agar tidak terjadi korupsi,” ujar Alexander Marwata.
Hal ini sejalan dengan strategi tiga pendekatan KPK RI yang terdiri dari edukasi, pencegahan, dan penindakan.
Setiap tahunnya, indikator MCP dievaluasi dan diperbarui. Pada MCP 2024, terdapat beberapa perubahan yang perlu diperhatikan oleh daerah.
Inspektur Jenderal Kemendagri, Komjen Pol Tomsi Tohir, mendorong daerah untuk menggunakan MCP sebagai alat diagnosa untuk mengidentifikasi indikasi korupsi.
“Lakukanlah perbaikan untuk menutup celah potensi korupsi di daerah. Mari kita bersama-sama memperbaiki tata kelola pemerintah daerah melalui pencegahan korupsi,” ajaknya.
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyatakan komitmennya untuk memenuhi indikator MCP 2024 sebagai upaya menutup celah potensi korupsi di Kabupaten Sukabumi.
“Kita akan berusaha memenuhi indikator yang ada di dalam MCP. Hal ini demi Kabupaten Sukabumi yang lebih baik dan terbebas dari korupsi,” pungkasnya.