Hariansukabumi.com – Ciemas. Kondisi memprihatinkan melanda SMP Negeri 2 Ciemas yang terletak di Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Empat ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan perbaikan selama hampir empat tahun terakhir.
Kerusakan mencakup atap yang bocor hingga hilang, sehingga membahayakan siswa dan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Hingga kini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum melakukan perbaikan menyeluruh terhadap kerusakan tersebut.
Kepala SMPN 2 Ciemas, Atang Wahyadi, S.Pd., mengungkapkan kekhawatiran dan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
“Sejak saya menjabat pada awal 2022, empat ruang kelas sudah dalam kondisi rusak berat. Dua di antaranya rusak total dan dua lainnya mengalami kerusakan berat. Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Dinas Pendidikan, tapi sejauh ini belum ada perbaikan signifikan,” ujarnya, Senin (2/6/2025).

Ia menjelaskan bahwa anggaran pemeliharaan yang diterima sekolah tidak mencukupi untuk perbaikan besar. Dana yang diterima setiap tahun hanya sekitar Rp10 juta, yang hanya cukup untuk perbaikan ringan seperti pengecatan, penggantian lampu, dan sanitasi.
“Meskipun ada informasi bahwa tahun ini kami akan mendapat bantuan rehab dari Dinas Pendidikan, namun itu hanya untuk rehab ringan. Padahal yang kami butuhkan adalah rehab berat,” tambahnya.
Karena banyak ruang kelas tidak bisa digunakan, pihak sekolah terpaksa mengalihfungsikan ruang tata usaha, ruang guru, laboratorium, ruang kepala sekolah, dan ruang Bimbingan Konseling (BP) menjadi ruang kelas sementara.

Dengan total 14 ruang kelas yang tersedia di sekolah, Atang berharap agar pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk dan membahayakan keselamatan siswa.
“Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa segera bertindak. Jangan sampai harus menunggu jatuh korban terlebih dahulu untuk mengambil langkah nyata,” tegasnya.

