Hariansukabumi.com-Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University 2025 memperkenalkan sistem hidroponik rakit apung pada warga Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan serta pemanfaatan tata ruang pekarangan rumah sebagai alternatif lahan pertanian.

Desa Mekarsakti rawan terhadap bencana, terutama banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Melalui Program Hejo ti Cai (Hijau dari Hidroponik), mahasiswa menghadirkan solusi yang adaptif dan berkelanjutan.

Pengenalan budidaya hidroponik menjadi sebuah langkah mitigasi bencana alam. Budidaya hidroponik khususnya dengan sistem rakit apung dinilai mudah dan cocok diterapkan karena penggunaan air yang efisien serta efektif, penggunaan lahan yang tidak luas, dapat diterapkan sepanjang tahun, dan tidak memerlukan tanah.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University 2025 mengundang ibu-ibu RT 03 Desa Mekarsakti untuk turut serta pada Selasa (15/7/2025) di pekarangan rumah Kepala RT 03. Acara dimulai dengan memaparkan materi hidroponik dan langkah-langkah pembuatannya, dilanjut dengan pembuatan hidroponik secara langsung oleh ibu-ibu dalam kelompok-kelompok kecil.
Pemberdayaan masyarakat terkait budidaya hidroponik diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan menjadi solusi alternatif yang adaptif di tengah tantangan perubahan iklim.

