Pertemuan antara Gubernur Jawa Barat (KDM) dan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat, Rohmat Hidayat, ramai diperbincangkan publik. Foto keduanya yang beredar luas di media sosial memunculkan spekulasi baru di tengah dinamika dualisme KNPI Jawa Barat yang hingga kini masih berjalan dengan dua kepengurusan berbeda: kubu DPP Ali Hanafiah yang dipimpin Rohmat Hidayat, dan kubu Riyano Panjaitan yang diketuai Ridwansyah Yusuf.
Keberadaan foto tersebut—yang disebut diambil di Purwakarta—memicu pertanyaan publik: apakah pertemuan itu menandai adanya langkah politik atau kolaborasi khusus antara Pemprov Jawa Barat dan KNPI versi Rohmat Hidayat?
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Rohmat Hidayat. Melalui pesan singkat WhatsApp, Rohmat membenarkan bahwa foto itu adalah dirinya bersama Gubernur Jawa Barat.
“Betul, kang. Kemarin saya di Purwakarta menghadiri pengajian rutin bulanan KDM yang dibarengi acara temu kangen alumni senior HMI–KAHMI. Hadir juga beberapa perwakilan kasepuhan Kasultanan Banten. Itu hanya silaturahmi biasa,” ujar Rohmat.Senin 24/11/2025
Meski demikian, Rohmat tak menutup kemungkinan adanya kolaborasi ke depan. Ia menyebut KNPI Jawa Barat siap mendukung program kerja Gubernur, terutama agenda pembangunan yang tengah digencarkan.
“Kami dari KNPI Jawa Barat siap berkolaborasi dan ikut menyukseskan seluruh program Gubernur menuju Jawa Barat Istimewa,” kata dia.
Rohmat menegaskan KNPI ingin terlibat dalam pemberdayaan pemuda, terutama di tingkat desa dan kota. “Kami ingin mengembalikan marwah pemuda ke rel yang benar, agar menjadi garda terdepan perubahan dan tampil sebagai pemuda yang mandiri dan berkarya,” ucapnya.
Di bagian akhir, Rohmat juga menyinggung soal anggaran hibah bagi organisasi kepemudaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya justru mengusulkan agar KNPI tidak menerima hibah daerah.
“Seandainya ada jatah hibah, kami akan menolak. Lebih baik dialokasikan untuk hal yang lebih urgen dan bermanfaat untuk masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang masih banyak membutuhkan,” tutur Rohmat.

