Hariansukabumi.com — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Wilayah IV Palabuhanratu bergerak cepat menanggapi kerusakan infrastruktur akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah pada Senin, 27 Oktober 2025. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa saluran irigasi jebol dan tertimbun material longsor, serta merusak satu jembatan di Kecamatan Cikakak.
Kepala UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan monitoring lapangan begitu menerima laporan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Selain pendataan, tim UPTD juga turun langsung membantu warga melakukan kerja bakti sebagai langkah penanganan awal di lokasi terdampak.
“Beberapa saluran irigasi mengalami kerusakan cukup serius akibat tertimbun material longsor. Untuk sementara, kami bersama masyarakat melakukan pembersihan dan perbaikan darurat agar aliran air kembali berfungsi,” kata Edi, Selasa (17/11/2025).
Ia menjelaskan, kerusakan terparah terjadi pada satu jembatan penghubung antarwilayah di Kecamatan Cikakak yang mengalami penurunan struktur akibat tergerus aliran air. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian jika tidak segera ditangani.
“Untuk jembatan yang rusak, saat ini kami masih melakukan kajian teknis. Penanganan sementara akan dilakukan guna memastikan akses warga tetap aman, sambil menunggu perencanaan perbaikan permanen,” ujarnya.
Edi menambahkan, hasil monitoring lapangan akan segera dilaporkan ke Dinas PU Kabupaten Sukabumi sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan langkah lanjutan, baik melalui anggaran pemeliharaan rutin maupun usulan penanganan darurat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi. “Kami berharap masyarakat segera melaporkan jika menemukan kerusakan infrastruktur lainnya agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.

