Hariansukabumi.com – Sebanyak tujuh kampung di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi terjangkit bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada dini hari Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 03.30 WIB. Kejadian ini menyebabkan sebagian rumah terbawa longsor dan tergenang air, dengan tujuh orang terpaksa mengungsi.
Forkopimcam Ciemas bekerja sama dengan P2BK, Tim Satgas Penanganan Bencana Desa, dan Satgas Puskesmas Ciemas melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang terkena dampak tanah longsor dan banjir di Desa Ciemas, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Pada Kamis (18/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, pihak berwenang memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap siaga dan waspada, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk segera melakukan evakuasi jika diperlukan.
Dalam laporan resmi yang disampaikan Pemerintah Desa Ciemas, lokasi terdampak meliputi Kampung Ciemas I, Mekar Asih, Cimarinjung, Sarongge, Cigulusur, Cipenduey, dan Cimalim. Selain itu, Kampung Cimalim juga tercatat memiliki potensi risiko banjir yang perlu diwaspada
Langkah penanganan awal telah dilakukan dengan pembersihan rumah terdampak yang dilakukan bersama oleh pemilik rumah dan warga setempat. Hingga saat laporan dibuat, tidak ada korban jiwa atau yang terluka.

Tim yang dipimpin Camat Ciemas Usep Suplita juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Ciemas telah mulai menyusun langkah-langkah strategis untuk menangani dan mencegah terulangnya bencana.
“Kita hari ini didampingi oleh Pemdes Ciemas yang sudah mulai memperhitungkan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan kedepannya. Mungkin dalam penyusunan RKPDes 2026, desa akan mengangarkan anggaran untuk pengerukan sungai dan kegiatan terkait lainnya,” ujar salah satu anggota tim satgas.
Selain penanganan langsung, pihak berwenang juga akan fokus pada upaya antisipasi. “Bukan hanya penanganan saja tetapi antisipasi juga seperti melakukan penghijauan atau penanaman pohon, dan normalisasi hulu sungai supaya tidak ada lagi penyempitan dan pendangkalan sungai,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Ciemas Usep Suplita memberikan klarifikasi terkait faktor penyebab bencana. “Banjir dan longsor yang menerjang Desa Ciemas, banyak yang menyatakan akibat adanya aktivitas perusahaan tambang. Menurut saya, kita tidak bisa menyalahkan satu pihak saja. Karena banjir dan longsor yang terjadi saat ini akibat curah hujan yang cukup tinggi, sehingga air yang mengalir dari hulu membawa sebagian besar material lumpur,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan perbedaan kondisi kawasan hulu antara masa lalu dan sekarang. “Mungkin kalau tempo dulu meskipun hujan deras di hulu, masih tumbuh hutan lebat sehingga meskipun air mengalir deras tidak membawa material lumpur. Namun hari ini, hulu sungai tidak lagi selebat dulu sehingga curah hujan tinggi membuat air mengalir deras dengan membawa lumpur. Di beberapa titik juga terjadi penyempitan sungai yang menyebabkan pendangkalan dan penyempitan jalur aliran,” ucap Camat Usep.
Menurutnya, pihak Forkopimcam berperan sebagai penyampaian himbauan karena terkait izin dan penanganan aktivitas tertentu berada di kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. “Seperti yang saya sudah sampaikan, kita Forkopimcam hanya bisa menghimbau karena terkait izin dan penanganan itu ada di kewenangan pemerintah provinsi dan pusat. Jadi harapan kita kedepanya, bencana ini tidak terulang kembali karena saya yakin mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya dengan tegas.
Anwar*

