JOMBANG, Hariansukabumi.com— Aksi pengrusakan dan penyerangan pemukiman warga secara brutal oleh rombongan konvoi diduga dari perguruan silat menggegerkan warga Dusun Gambang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Aksi anarkis yang terekam kamera warga tersebut mendadak viral di media sosial setelah ratusan pengendara sepeda motor dan tiga unit truk menginvasi permukiman penduduk secara tiba-tiba.
Peristiwa berdarah tersebut bermula saat sejumlah pemuda desa sedang duduk bersantai di area gapura dusun seusai menghadiri kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Tanpa alasan yang jelas, rombongan konvoi yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras berhenti dan langsung melakukan penyerangan. Korban yang terdesak kemudian berlari masuk ke dalam pemukiman sambil meminta bantuan hingga warga sekitar mengumumkan panggilan darurat melalui pengeras suara musala.
Mendengar seruan tersebut, massa warga keluar dan berupaya memberikan perlawanan seadanya untuk mempertahankan permukiman mereka dari amukan kelompok konvoi. Akibat penyerangan brutal ini, dua orang warga dilaporkan mengalami luka-luka serius, di mana salah satu korban bernama Didik Santoso harus dilarikan ke pengobatan alternatif Sangkal Putung akibat patah tulang, serta korban bernama Ulum yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasyim Asy’ari Jombang.
Selain memakan korban jiwa, aksi anarkis massa yang turut melempar botol minuman keras bekas dan kembang api tersebut mengakibatkan kerusakan material cukup parah. Dua unit sepeda motor rusak, sebuah mobil sedan milik Kepala Desa (Kades) pecah pada bagian kaca, serta sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian kaca dan atap genteng. Kasus penyerangan dan pengrusakan ini kini dalam penanganan pihak kepolisian guna mengusut tuntas para pelaku penyerangan.
Sumber: YouTube Official iNews (http://www.youtube.com/watch?v=7Wje2qhtnw0
