Hariansukabumi.com— Jagat maya kembali dihebohkan oleh pemaparan analisis geopolitik dari Prof Jiang, kreator di balik kanal YouTube Predictive History, saat menjadi bintang tamu dalam podcast bersama Theo Von pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam perbincangan tersebut, Prof Jiang membeberkan bagaimana dinamika politik dunia, prediksi konflik, hingga pergerakan ekonomi global sebenarnya digerakkan oleh metode ilmiah game theory (teori permainan) serta pengaruh kelompok pemodal raksasa di balik layar.
Prof Jiang menjelaskan bahwa dinamika konflik di kawasan Timur Tengah melibatkan empat pemain utama—Amerika Serikat, Iran, Israel, dan Arab Saudi—yang masing-masing berupaya memaksimalkan keuntungan dan pengaruh. Konflik di wilayah tersebut berpotensi memicu efek domino yang sangat nyata bagi kawasan Asia, khususnya melalui ancaman penutupan Selat Hormuz. Jika rute distribusi minyak terganggu, arus komoditas energi yang melintasi Selat Malaka sebagai urat nadi maritim utama Asia dipastikan akan lumpuh, yang pada dampaknya dapat mengancam pasokan energi dan ketahanan pangan di negara-negara besar seperti Jepang, India, hingga Tiongkok.
Lebih jauh, Prof Jiang mengungkap adanya doktrin dan cetak biru kebijakan militer jangka panjang, seperti dokumen A Clean Break Memo tahun 1996, yang menjadi panduan strategi geopolitik di kawasan Timur Tengah lintas era pemerintahan. Ia menilai bahwa keputusan politik di tingkat global kerap kali dipengaruhi oleh transnational capital (modal transnasional)—seperti lembaga pengelola aset global dan dana investasi negara—serta jaringan elit yang memanfaatkan akses informasi rahasia untuk mengontrol arah kebijakan publik demi kepentingan kelompok tertentu.
Di akhir pemaparannya, Prof Jiang mengingatkan masyarakat global mengenai ancaman krisis sistemik di masa depan, mulai dari fenomena AI bubble (gelembung investasi kecerdasan buatan) di sektor ekonomi hingga krisis demografi akibat merosotnya angka kelahiran di berbagai negara maju. Untuk menghadapi tekanan ketidakpastian geopolitik tersebut, ia mengimbau publik agar tidak terjebak dalam kecemasan informasi, melainkan kembali fokus pada nilai-nilai dasar kemanusiaan, kesehatan spiritual, serta menjaga hubungan erat dengan keluarga dan Sang Pencipta.
Sumber: YouTube Tafakkur Fiddin (http://www.youtube.com/watch?v=Ma9xMc0T8Zk)

