Hariansukabumi.com— Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya merupakan bagian dari kelompok bernama “SSB” yang diisukan berencana melakukan aksi kudeta terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober mendatang. Pernyataan tersebut disampaikannya langsung melalui sebuah tayangan video menanggapi tuduhan yang dilontarkan oleh seorang tokoh politik senior di media sosial pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Isu tersebut mencuat usai sebuah narasi menyebutkan singkatan “SSB” sebagai simbol poros Singapura, Solo, dan Bandung, yang dikaitkan dengan sosok pemimpin di Bandung serta pengusaha hitam yang kini berstatus buron. Mengawali tanggapannya dengan kelakar santai, Dedi Mulyadi menyebut bahwa SSB yang dipahaminya sejak lama adalah Sekolah Sepak Bola di Bandung, bukannya jaringan politik rahasia seperti yang dituduhkan. Ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan tokoh maupun isu liar yang beredar.
Dedi Mulyadi menyayangkan munculnya analisis politik tanpa pijakan fakta yang kuat karena dinilai berpotensi memecah belah opini publik dan memicu iklim ketakutan di tengah masyarakat. Menurutnya, rumor sensitif mengenai isu keretakan politik dan ancaman kudeta justru akan berdampak buruk terhadap dunia usaha, menakut-nakuti investor, serta menghambat upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja secara nasional.
Lebih lanjut, Kang Dedi menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada kerja nyata guna mendukung keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo, mulai dari pengembangan sektor pertanian, dukungannya terhadap ketahanan pangan, hingga upaya penataan ekonomi masyarakat di Jawa Barat. Di akhir pernyataannya, Gubernur Jabar ini tetap menyampaikan rasa hormat kepada tokoh senior penghembus isu tersebut seraya mengimbau publik untuk selalu kritis serta menyaring informasi berdasarkan analisis yang objektif demi menjaga kondusivitas bangsa.
Sumber: YouTube Tribunnews (http://www.youtube.com/watch?v=tNRAWH5kOro)

