• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Sukabumi

Menteri Desa Sebut LSM dan Wartawan Pengganggu Kepala Desa, LPI Tantang Audit Nasional: Buktikan atau Minta Maaf !

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Februari 2, 2025
in Sukabumi
0
Menteri Desa Sebut LSM dan Wartawan Pengganggu Kepala Desa,  LPI Tantang Audit Nasional: Buktikan atau Minta Maaf !
0
SHARES
225
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com- Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video viral yang menampilkan dugaan suara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto.

Dalam video berdurasi sekitar 42 detik yang diunggah oleh akun TikTok @junaidi,sh,mh, terlihat seorang yang diduga Menteri Yandri menyampaikan pernyataan kontroversial. Ia mengatakan, “Yang paling banyak ganggu kepala desa itu LSM sama wartawan bodrek. Mereka muter  hari ini ke desa ini minta satu juta. Bayangkan jika ada tiga ratus kepala desa, 300 juta, kalah itu gaji Kemendes. Oleh karena itu, pihak kepolisian dan pihak kejaksaan bisa menertibkan, bila perlu ditangkapin aja itu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Banyak yang merasa tersinggung dan kecewa atas tuduhan yang dinilai tidak berdasar. Salah satunya datang dari  Ketua Umum Laskar Pasundan Indonesia (LPI), Rohmat. Ia menantang Kementerian Desa, bahkan langsung Menteri Yandri, untuk membuktikan kebenaran pernyataannya. Selain itu, LPI juga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh di seluruh desa di Indonesia jika memang peran LSM dan wartawan sebagai kontrol sosial dianggap sebagai pengganggu oleh pihak kementerian.

Menurut Rohmat, apa yang disampaikan oleh Menteri Desa sangatlah tidak tepat. Pihak kementerian dinilai hanya menerima aduan dari satu pihak tanpa mempertimbangkannya aspek lainnya. Menurutnya, mustahil kepala desa memberikan uang secara cuma-cuma jika mereka tidak memiliki kesalahan.
“Saya menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Pak Menteri Desa. narasi itu seolah-olah mengerdilkan peran LSM dan wartawan di lapangan, bahkan sampai menyebut mereka sebagai ‘wartawan bodrek’. Seharusnya, Pak Menteri berpikir secara rasional dan mengecek fakta di lapangan. Tidak mungkin kepala desa memberikan uang jika mereka tidak melakukan kesalahan, seperti praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme),” tegas Rohmat. Minggu 2/02/2025

Dengan hal tersebut, Laskar Pasundan Indonesia (LPI) menantang Kementerian Desa, bahkan langsung Menteri Desa, untuk membuktikan kebenaran pernyataannya. LPI juga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh di seluruh desa di Indonesia jika memang peran LSM dan wartawan sebagai kontrol sosial dianggap sebagai pengganggu oleh pihak kementerian.

Dalam hal ini LPI mengklaim memiliki ribuan data valid dan hasil analisis lapangan yang menunjukkan bahwa praktik-praktik seperti itu terjadi akibat adanya sifat koruptif yang dilakukan oleh kepala desa. Pemberian uang oleh kepala desa dinilai sebagai upaya pembungkaman terhadap temuan-temuan yang didapatkan oleh rekan-rekan LSM maupun wartawan.

“Jelas bahwa narasi yang disampaikan oleh Menteri Desa sangat merendahkan dan mendiskreditkan rekan-rekan kontrol sosial.” Tambah Rohmat

Oleh karena itu, LPI mengancam akan melakukan aksi besar di Kementerian Desa jika Menteri Desa tidak meminta maaf kepada LSM dan wartawan yang disebut sebagai ‘wartawan bodrek’.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti kapan dan di mana acara tersebut diselenggarakan, serta siapa saja yang hadir dalam rapat tersebut. Namun, dari cuplikan video, terlihat spanduk dengan tulisan yang terpotong, “Pembangunan Dana Desa 2025,”

 

 

 

Azhar Vilyan

Previous Post

Uang Negara Terbuang Sia-sia: LPI Desak Usut Tuntas Proyek Mangkrak Gedung Pemda di Kabupaten Sukabumi

Next Post

Aspirasi Warga Ciemas Terjawab: Taopik Guntur Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Jalan

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Aspirasi Warga Ciemas Terjawab: Taopik Guntur Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Jalan

Aspirasi Warga Ciemas Terjawab: Taopik Guntur Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur Jalan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.