• #4671 (tanpa judul)
  • About
  • Adv
  • Advertise
  • Blog
  • Blog
  • Contact
  • Contact
  • Contact Us
  • Contact Us
  • Donation Confirmation
  • Donation Failed
  • Donation History
  • Home
  • Home
  • Home
  • Home 1
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Layout
  • Left Sidebar
  • No Sidebar Content Centered
  • No Sidebar Full Width
  • Panduan Media Siber
  • Redaksi
  • Right Sidebar
HARIAN SUKABUMI
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan
No Result
View All Result
HARIAN SUKABUMI
No Result
View All Result
Home Sukabumi

Hindari Kecolongan Virus Omicron, Luhut Pastikan Wajib Karantina 10 Hari, Usai Melakukan Perjalanan ke Luar Negeri

hariansukabumi.com by hariansukabumi.com
Desember 13, 2021
in Sukabumi
0
Hindari Kecolongan Virus Omicron, Luhut Pastikan  Wajib Karantina 10 Hari, Usai Melakukan Perjalanan ke Luar Negeri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pidato saat pembukaan Festival UMKM Toba Vaganza di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (12/11/2021). Festival UMKM Toba Vaganza diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM yang mencakup penguatan manajemen usaha, kualitas produk, akses pasar, kapasitas dan kapabilitas UMKM yang dilakukan secara end to end dalam satu ekosistem terintegrasi yang berbasis teknologi. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.

0
SHARES
75
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hariansukabumi.com- Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengevaluasi mengenai adanya rekomendasi-rekomendasi karantina untuk kalangan pejabat atau public figure untuk melakukan karantina di rumah, bukan di tempat karantina yang telah disediakan pemerintah.

“Tadi di ratas, sebenarnya hanya mengevaluasi karantina. Supaya karantina itu jangan terlalu banyak rekomendasi-rekomendasi yang enggak jelas,” kata Luhut Binsar Pandjaitan seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo yang digelar secara virtual, Senin (13/12/2021).

Melihat banyak rekomendasi karantina yang tidak jelas kepada pejabat dan keluarganya, tokoh politik atau public figure, maka Luhut menegaskan, pemberian rekomendasi karantina tersebut akan dibatasi.

“Jadi sekarang kita batasi,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

Karena itu, ia meminta media menyosialisasikan imbauan kepada masyarakat agar dapat menunda liburan atau perjalanan ke luar negeri. Karena varian baru Covid-19, sudah meluas ke banyak negara.

Dan kalau pun nanti mereka tetap liburan ke luar negeri, maka mereka tidak bisa protes atau meminta rekomendasi karantina kepada pemerintah. Mereka tetap harus mematuhi aturan karantina 10 hari di dalam negeri.

“Nanti, jangan datang, dia kena karantina 10 hari, ngomel-ngomel. Ndak (bisa). Dia harus 10 hari karantina,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut memastikan, tidak ada warga yang bisa lolos dari karantina 10 hari seusai melakukan perjalanan ke luar negeri. Ketegasan ini harus dilakukan, karena pemerintah tidak mau kecolongan dengan masuknya virus Omicron ke Indonesia.

“Itu kita pastikan orang yang dapat libur keluar, kita pastikan dia akan dapat 10 hari (karantina). Kita ndak mau negeri kita ini dicederai, dicemari oleh Covid-19 yang lain gara-gara kita sendiri tidak disiplin” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Bagi warga yang berupaya kabur dari aturan 10 hari karantina seusai berlibur di luar negeri, Luhut menegaskan, akan langsung membawa warga tersebut langsung ke tempat karantina terpusat.

“Kemarin ada upaya-upaya melarikan diri, itu kita akan langsung ceburin saja masuk ke dalam karantina terpusat. Ya kalau tidak mau di hotel, ya kita bikin di karantina yang lain, yang kita betul-betul pastikan bahwa itu aman,” tukas Luhut Binsar Pandjaitan.

Ketegasan ini dilakukan, menurut Luhut, karena pemerintah tidak mau kondisi pandemi Covid-19 yang sudah membaik di Tanah Air, menjadi rusak hanya karena ada segelintir orang yang tidak mau taat menjalankan aturan karantina 10 hari.

“Jadi kita ada apa namanya menghitung risiko dengan data yang ada. Jadi kita tidak mau mengorbankan lelah, capek, pengorbanan besar selama berapa bulan ini rusak hanya gara-gara kita tidak disiplin. Jadi semua disiplin, bisa menahan diri dulu. Untuk normal tentu masih butuh waktu, kita masih lihat lagi,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan.

Red

 

 

 

Sumber: Beritasatu.com

Previous Post

Dengan Terbentuknya Perda Desa Wisata, Jajah Junajah: Bisa Menjadi Payung Hukum Bagi Pemangku Kepentingan

Next Post

Polres Sukabumi Berhasil Meringkus Tersangka Kejahatan Curanmor dan Kepemilikan Senjata Api Ilegal

hariansukabumi.com

hariansukabumi.com

Next Post
Polres Sukabumi Berhasil Meringkus Tersangka Kejahatan Curanmor dan Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Polres Sukabumi Berhasil Meringkus Tersangka Kejahatan Curanmor dan Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Browse by Category

  • Apps
  • Berita Desa
  • Breaking News
  • Business
  • Entertainment
  • Gadget
  • Jawa Barat
  • Kesehatan
  • LifeStyle
  • Mobile
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politics
  • Politik & Hukum
  • Popular News
  • Sejarah
  • Sports
  • Startup
  • Sukabumi
  • Tech
  • Technology
  • Travel
  • What's Hot
  • Wisata & Kuliner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
HARIANSUKABUMI.COM

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Politik & Hukum
  • Peristiwa
  • Wisata & Kuliner
  • Pendidikan

© 2021 Harian Sukabumi - Portal Berita hariansukabumi.com.