Hariansukabumi.com- SMK Swasta Mutiara Hikmah di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga memanfaatkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk dana sumbangan pembangunan (DSP). Pasalnya, uang tersebut tidak diberikan secara langsung kepada siswa, melainkan dipegang oleh sekolah.

Informasi tersebut diperoleh dari beberapa narasumber yang tidak mau disebutkan namanya. Menurut mereka, bantuan PIP sebesar Rp1 juta tidak dirasakan oleh para siswa. Sebab, proses pencairannya langsung ditarik oleh sekolah.
“Uang diambil, difoto, lalu diambil lagi oleh pihak sekolah. Katanya uang ini buat bayar DSP, tapi tidak ada kwitansi,” ujar salah satu narasumber.
Lebih lanjut dia menjelaskan selama tiga tahun menerima bantuan PIP, siswa hanya diarahkan memegang uang tersebut untuk keperluan dokumentasi saja. Selepas itu, uang sebesar Rp1 juta langsung diserahkan kembali kepada pihak sekolah.
“Dua kali uang dibagi di sekolah, cuma kemarin sekitar bulan Agustus itu ngambil ke ATM di Surade Rp1 juta, dikasihin ke saya cuma Rp100 ribu,” terangnya.
Proses pengambilan uang juga tidak diinformasikan dengan baik kepada orang tua siswa. Meskipun siswa mengisi formulir sebelumnya, mereka tidak diberitahukan secara jelas tentang proses pengambilan uang, sehingga terkesan tidak transparan.
“Pengambilan tidak ada pemberitahuan ke orang tua, cuma sebelumnya ngisi formulir tapi engga dikasih tau mau ngambil uang, pokoknya besoknya di tunjuk ngambil uang oleh pihak sekolah,” tuturnya.
Selain itu, kartu PIP yang seharusnya disimpan oleh siswa, saat ini dipegang oleh sekolah. Sehingga, siswa tidak memiliki akses langsung terhadap kartu mereka.
Perwakilan SMKS Mutiara Hikmah sekaligus ketua yayasan Nurul Hikmah serta kepala sekolah MA Agus Nasrullah membenarkan bantuan PIP digunakan untuk pembayaran DSP sebesar Rp600 ribu per semester dan untuk MA sebesar Rp300 ribu per semester untuk seluruh siswa. Namun, tidak semua siswa mendapatkan bantuan ini, dan hanya sejumlah kecil siswa yang menerima PIP.
Agus menjelaskan bahwa DSP digunakan untuk renovasi gedung sekolah. Menurutnya, sekolah kesulitan mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk renovasi gedung, sehingga mereka menggunakan dana PIP sebagai sumber pendanaan.
Berdasarkan data dari pip.kemendikbud.go.id, penerima bantuan PIP di SMKS Mutiara Hikmah sebanyak 42 siswa dengan nominal seluruhnya sebesar Rp41.500.000. Sedangkan dari data dapo.kemendikbud.go.id total siswa di sekolah tersebut mencapai 119 orang.
Anwar