Hariansukabumi.com — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi mempercepat pengerjaan rekonstruksi dan peningkatan kualitas ruas jalan utama penghubung kawasan pariwisata Cikidang–Palabuhanratu. Langkah ini diambil guna memastikan konektivitas antarwilayah serta keselamatan pengguna jalan menjelang puncak puncak curah hujan di wilayah selatan Jawa Barat.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi menyatakan bahwa penanganan jalan sepanjang 4,2 kilometer tersebut mencakup pengerasan aspal hotmix lapis ulang (overlay), perbaikan struktur fondasi jalan, serta pembangunan saluran drainase terintegrasi di titik-titik rawan genangan.
“Fokus utama kami saat ini adalah penanganan pada titik-titik krisis yang sering mengalami penyempitan dan kerusakan akibat pengikisan air. Rekonstruksi tidak hanya menyasar perataan jalan, tetapi juga penguatan tebing retaining wall untuk mencegah potensi longsor,” ujar Kepala Dinas PU saat memimpin peninjauan lapangan di lokasi proyek, Minggu (12/7/2026).
Berdasarkan data teknis Dinas PU Kabupaten Sukabumi, pengerjaan fisik ruas jalan Cikidang–Palabuhanratu telah mencapai 38 persen dari target total. Proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026 dengan alokasi pengerjaan secara bertahap.
Lokasi Kegiatan: Ruas Jalan Cikidang–Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
Panjang Penanganan: 4,2 Kilometer
Jenis Pekerjaan: Overlay Hotmix AC-WC, Pembangunan Drainase U-Ditch, dan Tembok Penahan Tanah (TPT)
Target Penyelesaian: Akhir Agustus 2026
Dinas PU juga berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi dan Dinas Perhubungan untuk memberlakukan sistem buka-tutup jalan selama proses pengaspalan berlangsung. Masyarakat dan para pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati dan mengantisipasi potensi perlambatan arus lalu lintas di sekitar area pengerjaan.
Mitigasi Bencana dan Kualitas Infrastruktur
Selain penataan permukaan jalan, pembuatan sistem drainase beton tipe U-Ditch sepanjang 1,5 kilometer di kanan-kiri jalan menjadi prioritas teknis. Hal ini dimaksudkan agar limpasan air hujan tidak meluap ke badan jalan yang menjadi penyebab utama kerusakan dini struktur aspal.
Dinas PU menegaskan komitmennya dalam melakukan pengawasan ketat terhadap kontraktor pelaksana di lapangan agar kualitas material dan ketebalan aspal sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang disepakati.

